Image Source : SBS

Ditanya soal deep state sebagai "musuh dalam selimut" sebagaimana diutarakan Menhan Sjafrie Sjamsoedin, penulis buku Filosofi Negara Menurut Tan Malaka, ini memberikan jawaban berikut.
"Kalau dibilang deep state sebagai "musuh dalam selimut" kan. ketika bicara deep stae sekarang tidak tidak dikonotsikan negatif. Musuh dalam selimut itu bukan musuh politik, tapi kadang-kadang orang yang sudah berurat berakar bahkan lebih lama daripada kita, kan biasanya juga bisa jadi deep state, bisa jadi kekuatan politik sendiri, ada maunya sendiri gitu. Karena mereka bertahun-tahun di situ. Di jantungnya kekuasaan mereka bertahun-tahun," terang Hasan Nasbi.
Lantas apakah deep state dalam konotasi negatif itu, ada dalam pemerintahan Prabowo-Gibran?
"Wallahualam. Tapi kalau kita mau bicara itu secara normatif ada di setiap pemerintahan kan," jawabnya singkat sembari mengumbar senyum. (vibes)