Image Source : SBS

Sinyalemen adanya deep state dalam pemerintahan Prabowo-Gibran ini mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh politik. Politisi senior Zulfan Lindan mempertanyakan urgensi dan tujuan dari para menteri aktif mengungkap isu deep state ini ke publik. Menurut Zulfan, isu deep state ini harusnya menjadi domain pengamat di luar pemerintahan dan tidak elok ketika itu disampaikan oleh seorang menteri aktif.
"Domain orang di luar pemerintah yang mengamati bahwa ada deep state di dalam birokrasi pemerintahan. Kalau ini diutarakan oleh seorang menteri apalagi menhan yang aktif dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, ini kan orang jadi bingung," kata Zulfan.
Lebih lanjut, Zulfan mengatakan bahwa pernyataan menteri aktif soal deep state akan menimbulkan pertanyaan tentang siapa deep state yang dimaksud.
"Iya. Bisik-bisik tetangga katanya, justru ini Pak Sjafrie ini deep state. Orang kan enggak tahu apakah dia ke Amerika ketemu dengan Hegseth, Menteri Perang Amerika itu, datang sendiri apa perintah presiden. Kan orang bertanya boleh, ya kan? Kemudian mengumpulkan misalnya mantan-mantan jenderal segala macam. Lalu bicara sebagai menhan di belakangnya ada pejabat-pejabat tinggi negara dari kalangan TNI misalnya. Itu kan sebenarnya domainnya Menko ya," ungkap Zulfan dalam wawancara di podcast OTT cumicumi.com.