Image Source : istimewa
Pada 1928, M.H. Thamrin berperan penting mendirikan klub sepak bola bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB), yang kemudian berganti nama Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ). Tim sepak bola itu menjadi simbol perlawanan atas diskriminasi terhadap kaum bumiputra sekaligus memperkuat perjuangan rakyat. Kemudian VIJ menjadi salah satu pendiri PSSI (Persatuan Sepak Bola Indonesia) pada 1930. Voetbalbond Indonesia Jacatra sendiri adalah cikal bakal Persija Jakarta, tim kebanggaan warga Jakarta. Karena itu, M.H. Thamrin kerap disebut sebagai Bapak Persija Jakarta.
Thamrin memadukan perjuangan politik dan sepak bola sebagai simfoni kebangsaan. Ia percaya bahwa sepak bola bisa menyatukan ikatan kolektif, membangun solidaritas, dan menjadi alat perjuangan kemerdekaan.
Pertandingan sepak bola dimanfaatkan oleh Thamrin sebagai medium konsolidasi tokoh pergerakan seperti pertemuannya dengan Otto Iskandardinata dan Soekarno. Thamrin mengajak Soekarno membuka kompetisi PSSI pada 1932 di Stadion VIJ sesaat Soekarno bebas dari penjara Sukamiskin Bandung.
Sepak bola, bagi Thamrin, menjadi metafora politik: tim yang bersatu, strategi yang matang, dan keberanian di lapangan adalah bentuk nyata dari perjuangan rakyat.