Image Source : istimewa
Thamrin tumbuh dengan daya jelajah aktivitas politik yang luas dan multidimensi. Ia terlibat di Gemeenteraad (Dewan Kota), Volksraad (Dewan Rakyat), Kaoem Betawi, dan Partai Indonesia Raya.
"Batavia bukan milik pemerintah," suara Thamrin rendah namun tajam, seolah mengiris udara. "Batavia adalah milik rakyat."
Thamrin menjadikan Gemeenteraad panggung untuk gagasan progresifnya dan alat perbaikan hidup masyarakat Batavia. Ia berbicara tentang Kampongs Verbetering, program perbaikan kampung di Batavia.
Tahun 1927, di usia relatif muda, Thamrin menjadi anggota Volksraad, parlemen kolonial Belanda yang tampak mewah dan berwibawa. Tetapi bagi pribumi, itu adalah panggung ilusi yang penuh tipu daya. Thamrin melihat struktur sosial seperti membaca tubuh sejarah yang sedang terluka. Ia mempergunakan peralatan yang tersedia oleh pemerintah Belanda, untuk melawan balik dan memperjuangkan harkat dan martabat bangsanya.
Di ruang yang dirancang untuk melumpuhkan ambisi bangsa jajahan, ia menyalakan gagasan progresif dan kata-kata yang meretakkan keangkuhan kolonial; dari kursi yang disediakan untuk sekadar menjadi hiasan politik, ia bangkit sebagai suara nurani yang menolak tunduk. Ia menyalakan ide-ide kebangsaan yang kelak menjadi pijar kemerdekaan.
Dari yang semula Volksraad adalah kosmetik politik dan alat legitimasi kekuasaan kolonial untuk menjinakkan suara bumiputra. Namun ia ubah sebagai panggung sejarah untuk memperjuangkan mimpi Republik yang merdeka.
Seorang pejabat Belanda, dengan aksen yang terlampau rapi, berkata kepadanya: "Mijnheer Thamrin... Volksraad bukan tempat untuk mimpi liar." Thamrin tersenyum. "Justru karena itulah saya datang, Tuan. Untuk memulai mimpi itu."
Thamrin menyulap arena tipu daya kolonial menjadi mimbar nurani bangsa Indonesia, ia berbicara mengenai perbaikan nasib anak bangsa, menyuarakan hak pendidikan untuk semua, lantang menentang pajak yang menindas rakyat, dan memelopori pendirian fakultas sastra di Indonesia. Bagi Thamrin bangsa tanpa bahasa adalah bangsa tanpa masa depan.