Image Source : ilustrasi Ai
Kenapa Bisa Terjadi?
Penyebab pasti
endometriosis sebenarnya belum diketahui secara definitif. Namun dr. Ngabila
menyebut beberapa faktor yang paling berpengaruh: genetik sebagai faktor paling
dominan, ketidakseimbangan hormon estrogen, stres tingkat tinggi, infeksi atau
peradangan pada permukaan rahim, hingga gaya hidup seperti pola makan dan
konsumsi alkohol. Ia pun turut, meluruskan satu anggapan yang sering beredar di
masyarakat, yang menyebut bahwa keseringan aborsi atau kuret adalah penyebab
utama endometriosis.
"Enggak selalu!" Tegas dr. Ngabila
Tak memungkiri bahwa tindakan tersebut memang bisa memicu peradangan atau infeksi pada dinding rahim yang berpotensi memperbesar risiko, tetapi faktor genetik tetaplah yang paling dominan.
Baca Juga: Menyusui Adalah Proses Belajar, Hindari Tekanan Sosial yang Justru Menghambat
Kalau Dibiarkan, Apa Dampaknya?
Bila tidak
ditangani, Endometriosis berisiko menyebabkan anemia akut akibat perdarahan
berlebihan, bahkan bisa sampai membutuhkan transfusi darah. Dalam kondisi
tertentu, ada juga risiko harus dilakukan pengangkatan rahim jika kondisinya
sudah cukup parah. Selain itu, kondisi ini juga bisa mempersulit seseorang
untuk hamil, karena lingkungan rahim yang tidak nyaman membuat proses
penempelan sel telur menjadi terganggu.