logo shopcumi
  • Lifestyle
  • 5 jam yang lalu

Bukan "Lebay", Ini Tanda Nyeri Haid yang Sebenarnya Tidak Normal

Image Source : ilustrasi Ai


































Kenapa Bisa Terjadi?


Penyebab pasti endometriosis sebenarnya belum diketahui secara definitif. Namun dr. Ngabila menyebut beberapa faktor yang paling berpengaruh: genetik sebagai faktor paling dominan, ketidakseimbangan hormon estrogen, stres tingkat tinggi, infeksi atau peradangan pada permukaan rahim, hingga gaya hidup seperti pola makan dan konsumsi alkohol. Ia pun turut, meluruskan satu anggapan yang sering beredar di masyarakat, yang menyebut bahwa keseringan aborsi atau kuret adalah penyebab utama endometriosis.


"Enggak selalu!" Tegas dr. Ngabila


Tak memungkiri bahwa tindakan tersebut memang bisa memicu peradangan atau infeksi pada dinding rahim yang berpotensi memperbesar risiko, tetapi faktor genetik tetaplah yang paling dominan.


Baca Juga: Menyusui Adalah Proses Belajar, Hindari Tekanan Sosial yang Justru Menghambat


Kalau Dibiarkan, Apa Dampaknya?


Bila tidak ditangani, Endometriosis berisiko menyebabkan anemia akut akibat perdarahan berlebihan, bahkan bisa sampai membutuhkan transfusi darah. Dalam kondisi tertentu, ada juga risiko harus dilakukan pengangkatan rahim jika kondisinya sudah cukup parah. Selain itu, kondisi ini juga bisa mempersulit seseorang untuk hamil, karena lingkungan rahim yang tidak nyaman membuat proses penempelan sel telur menjadi terganggu.

related articles
Bedah Mitos Vs Fakta di Balik Endometriosis, Ini Kata dr. Ngabila Salama

  • Lifestyle
  • 30 detik dari sekarang
Tiga Cara Ampuh Cegah Kanker Leher Rahim, dr. Ngabila: Stop Menyalahkan, Utamakan Melindungi

  • Lifestyle
  • 7 jam yang lalu
Ibu Hamil Dilarang Minum Air Dingin? dr. Ngabila Salama: Mitos!

  • Lifestyle
  • 1 hari yang lalu