logo shopcumi
  • Lifestyle
  • 5 jam yang lalu

Bukan "Lebay", Ini Tanda Nyeri Haid yang Sebenarnya Tidak Normal

Image Source : ilustrasi Ai

































Banyak wanita yang beranggapan bahwa nyeri haid adalah hal biasa, dan  hanya perlu ditahan saja. Bilamana ada yang tidak bisa bangun dari tempat tidur, izin kerja atau sekolah, dan harus minum obat pereda nyeri setiap bulan semua itu kerap dianggap wajar. Mirisnya, sebagian masyarakat bahkan memberikan label "lebay" kepada mereka yang mengeluh.


Padahal menurut dr. Ngabila Salama, di balik nyeri haid yang berlebihan itu, bisa saja tersembunyi kondisi yang serius. Ya, ketika hadir mengisi segmen Weekend Sehat di acara podcast Special Interview, dr. Ngabila Salama mengenalkan sebuah kondisi bernama endometriosis.


Bukan Haid Biasa


Saat ditanya apa sebenarnya endometriosis itu, dr. Ngabila menjawab singkat namun tegas. Yaitu, penebalan pada dinding rahim yang menyebabkan nyeri hebat. Terutama ketika datang bulan atau berhubungan seksual.


"Penebalan rahim sehingga kalau lagi haid nyeri sekali, haid-nya banyak, memanjang, lagi berhubungan seksual, keluar darah, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri saat haid, yaitu endometriosis." Ucap dr. Ngabila Salama


Ia menambahkan bahwa penyebab pastinya tidak diketahui secara pasti, mungkin bisa karena genetik, bisa juga karena hormon. Bahkan, bisa juga disebabkan kelainan bentuk rahim. Utamanya, hal ini bukanlah fenomena haid yang lebih berat dari biasa, melainkan kondisi medis yang butuh perhatian.


Baca Juga:Tiga Cara Ampuh Cegah Kanker Leher Rahim, dr. Ngabila: Stop Menyalahkan, Utamakan Melindungi

Kuncinya? Sudah Mengganggu Aktivitas!


Dokter Ngabila memberikan dr. Ngabila memberikan patokan yang cukup sederhana, untuk menandakan seorang wanita tahu bahwa nyeri yang ia rasakan sudah masuk kategori tidak normal. Pada umumnya, nyeri haid  hanya terjadi di hari pertama, dengan skala rasa sakit sekitar 5 sampai 6 dari skala 0-10. Namun pada endometriosis, skala nyeri bisa mencapai 8, 9, bahkan 10. Kuncinya, sampai seorang wanita tidak bisa beraktivitas sama sekali.


"Itu kata kuncinya. Dia nyeri haid hebat, tidak bisa beraktivitas, mengganggu aktivitas... Itu bukan haid biasa." Jelasnya


Siklus haid yang berantakan juga jadi sinyal penting. Idealnya siklus haid berulang setiap 28 hari sekali. Namun, bila siklus mulai berubah atau terjadi secara tidak normal, bisa jadi sebuah pertanda bahwa seorang wanita mengidap endometriosis.


"Harusnya 1 bulan sekali, 28 hari sekali, yang normalnya 28 hari sekali, tiba-tiba sebulan dua kali ataupun dia satu kali haid-nya 10 hari, 14 hari, banyak sekali, bahkan keluar jaringan-jaringan yang bergumpal-gumpal, itu juga harus hati-hati." Sambungnya

related articles
Bedah Mitos Vs Fakta di Balik Endometriosis, Ini Kata dr. Ngabila Salama

  • Lifestyle
  • 51 detik dari sekarang
Tiga Cara Ampuh Cegah Kanker Leher Rahim, dr. Ngabila: Stop Menyalahkan, Utamakan Melindungi

  • Lifestyle
  • 7 jam yang lalu
Ibu Hamil Dilarang Minum Air Dingin? dr. Ngabila Salama: Mitos!

  • Lifestyle
  • 1 hari yang lalu