Image Source : Cumicumi
Polemik terkait hak asuh anak yang menyeret Sarwendah dan Ruben Onsu nampaknya belum akan segera berakhir. Terlebih, belum lama ini, Sarwendah diketahui justru telah membuat aduan untuk mantan suaminya itu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak).
Terkait alasan aduan Sarwendah tersebut, kuasa hukumnya yang baru yaitu Pablo Putra Benua menjelaskan bahwa posisi kliennta saat ini seolah serba salah. Pasalnya, Sarwendah telah berulang kali membujuk anak-anaknya agar mau bertemu dengan sang ayah, namun justu sang buah hati yang menunjukkan penolakan.
"Sebenarnya sebelumnya, Sarwendah sudah ke KPAI dan PPPA didampingi oleh rekan kita, Chris Sam Siwu, ya. Sudah didampingi di sana, lalu kita juga ke Komnas Anak karena anak-anak tersebut sudah dibujuk berulang kali oleh Sarwendah, tetapi anak-anak tersebut muncul kesan menolak untuk bertemu dengan ayahnya. Sarwendah sudah melakukan itu berkali-kali," ujar Pablo Benua.
Bukan hanya itu, Pablo juga menjelaskan bahwa situasi semakin pelik saat dilakukan tes psikologi terhadap anak-anak. Berdasarkan hasil tes, sisi psikologis kedua putri Sarwendah itu menunjukkan adanya kekhawatiran lantaran terus-menerus didesak untuk menemui Ruben Onsu.
"Lalu karena anak-anak menolak, Sarwendah merasa jadi serba salah. Tidak mempertemukan, dia tetap digoreng-goreng, tetap diisukan yang tidak benar. Membujuk, takutnya nanti dianggap kesannya terlalu keras, menekan," ucap Pablo.
"Ada kesan anak-anak yang timbul di pikirannya bahwa seakan-akan Sarwendah mengusir anak-anak ketika menyuruh mereka bertemu dengan Saudara Ruben," sambungnya.
Oleh karena itu, tim kuasa hukum akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan dan arahan dari Komnas Anak sebagai lembaga yang berpengalaman dalam menangani persoalan anak. Walau begitu, Pablo membantah narasi yang menyebutkan bahwa Sarwendah membuat laporan atas dugaan tindak pidana.
"Kita datang ke Komnas, kita ingin mengadukan. Tapi mohon maaf, aduan tersebut bukan berarti kita mengalami suatu peristiwa pidana atau suatu peristiwa yang adil dan merugikan, enggak seperti itu. Mengadu tadi itu dalam hal kita meminta saran, meminta rekomendasi dari Komnas Anak yang merupakan ahli di dalam perlindungan anak," jelasnya.
Pablo juga menjelaskan bahwa tujuan utama mendatangi Komnas Anak agar Ruben Onsu dan anak-anaknya dapat segera bertemu tanpa harus menunggu proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selesai. Selain itu, kedua putri Sarwendah dan Ruben itu bisa mendapatkan pendampingan psikologis.
"Karena anak-anak saat ini sedang melakukan rehabilitasi atas psikologi dan sosialnya, yang dilakukan oleh tim psikolog dari Komnas Anak," paparnya.