Image Source : instagram.com/projopusat
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, memberikan klarifikasi terkait pernyataan dan analisisnya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang viral dan menimbulkan berbagai spekulasi serta salah penafsiran di masyarakat.
Dalam klarifikasi yang ia bagikan melalui video yang diunggah melalui akun media sosial milik Projo Pusat. , Budi Arie menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang berkenan dan nyaman atas pernyataannya tersebut.
"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut." kata Budi Arie (26/08/2026)
Lewat kesempatan itu, Budi Arie juga menegaskan tiga poin penting dalam klarifikasi tersebut. Pertama, ia menyampaikan bahwa pernyataan dan analisa yang viral tersebut merupakan pandangan pribadinya.
Baca Juga: Praperadilan Roy Suryo Kandas, Kuasa Hukum Nilai Putusan Hakim Langgar UU KUHAP Baru
"Pada kesempatan ini Saya ingin menyampaikan Satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa Pribadi saya" tegasnya
Kedua, ia memastikan bahwa pernyataannya itu tidak memiliki hubungan maupun kaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
"Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo" sambungnya
Ketiga, Budi Arie menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas pernyataan dan analisisnya tersebut.
"Ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut terima kasih Jaga terus persatuan Indonesia" tutupnya
Sebagai informasi, permintaan maaf ini merujuk pada video Budi Arie yang beredar di media sosial berisi analisisnya soal kemungkinan 'percepatan politik' atau percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029. Sebuah ucapan yang ia tuturkan di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam forum silaturahmi relawan Projo pada momentum bulan kemerdekaan.