logo shopcumi
  • Hot News
  • 18 jam yang lalu

Respon Pramono Anung Wibowo Soal Wacana Tarif Transjakarta Naik Dua Kali Lipat

Image Source : Antara

































Wacana kenaikan tarif Transjakarta dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000 hingga Rp 7.000 memang sempat berhembus beberapa waktu yang lalu. Meski banyak yang menilai kebijakan ini dapat memperkuat keuangan daerah dan meningkatkan kualitas layanan. Namun, ada pula yang berkomentar bahwa kenaikan tarif juga berpotensi membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

Terkait wacana ini, pengamat transportasi Djoko Setijowarno memberikan pendapat. Dia menilai pembahasan tarif Transjakarta saat ini tidak lagi sekadar soal angka, melainkan menyangkut keseimbangan antara keberlanjutan layanan transportasi publik dan keadilan sosial bagi warga Jakarta.

"Wacana penyesuaian tarif Transjakarta dari tarif flat Rp3.500 yang telah bertahan selama dua dekade sejak 2005 menjadi kisaran Rp5.000 hingga Rp7.000 membawa implikasi multidimensi. Kebijakan ini akan menjadi pisau bermata dua yang memengaruhi kesehatan fiskal daerah sekaligus daya beli masyarakat perkotaan," ujar Djoko Setijowarno, dikutip dari Instagram @.rumpi_gosip.

Bukan hanya Djoko, Gubernur Jakarta yaitu Pramono Anung Wibowo juga menilai bahwa tarif reguler sebesar Rp 3.500 yang saat ini diterapkan tidak memungkinkan untuk operasional dalam jangka panjang. Terutama, jika dibandingkan dengan moda transportasi umum lain yang melayani rute serupa.

"Mengenai tarif dalam waktu dekat seperti yang saya sampaikan ketika secara resmi mencanangkan Blok M ke Soekarno-Hatta. Waktu itu saya juga menyampaikan enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp 3.500, karena naik Damri, naik yang lain itu sudah rata-rata di atas Rp 100.000," ujar Pramono usai meresmikan Jakarta Urban Knowledge.

Meski belum mengungkapkan besaran tarif baru, Pramono memastikan bahwa  Pemprov DKI tengah akan menghitung skema tarif yang lebih rasional namun tetap mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat dan keberlanjutan layanan. Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sempat menyebut tarif berpotensi berada di kisaran Rp10.000-Rp15.000.

"Maka, dengan demikian, akan ada penyesuaian, angkanya akan segera diputuskan dalam waktu dekat ini," lanjutnya. (ND) 

related articles
Pramono Anung Umumkan UMP Jakarta 2026, Naik jadi Rp 5.729.876

  • Hot News
  • 5 bulan yang lalu
Gubernur Jakarta Pramono Anung Putuskan Tak Ada Pesta Kembang Api Saat Tahun Baru

  • Hot News
  • 5 bulan yang lalu
Pramono Anung Tanggapi Soal Fenomena Blok M yang Sepi Ditinggal Banyak Pelaku UMKM

  • Hot News
  • 9 bulan yang lalu