Image Source : Instagram
Anggy Umbara akhirnya memberikan respon terkait munculnya kabar bahwa film 'Vina: Sebelum 7 Hari' dilaporkan ke Bareskrim oleh Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia atau ALMI. Alasannya, film yang diangkat dari kisah nyata ini menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Saat ditemui belum lama ini, Anggy menyebut pengaduan ALMI seperti bahan komedia. Pasalnya, menurutnya film itu dibuat salah satu tujuannya untuk mencari keadilan untuk mendiang Vina Cirebon.
"Kocak aja sih maksudnya kayak di film komedi aja," kata Anggy Umbara saat dihubungi awak media.
Baca Juga: Buat Gaduh Masyarakat, Produser Film 'Vina: Sebelum 7 Hari' Dilaporkan
Lebih lanjut, Anggy berpendapat bahwa Film 'Vina: Sebelum 7 Hari' sebenarnya telah lulus sensor dan tidak melanggar apapun, dan dinilai pembawa hikmah untuk keluarga. Oleh karena itu, dia heran dengan pihak yang mengadukan film tersebut. Padahal secara prosedural telah tuntas sebelum ditayangkan di bioskop.
"Apa sih masa pembuat film yang filmnya udah lulus sensor enggak masalah apa-apa, enggak melanggar, dan dinilai pembawa hikmah untuk keluarga. Membawa awareness, banyak pesan lah. Terus dikriminalisasi itu. Itu lucu aja sih ya enggak pantas lah," jelas Anggy.
Pria berusia 43 tahun ini juga mengaku tidak pantas film garapannya itu diadukan ke polisi. Pasalnya Anggy Umbara melihat tidak ada dasar hukumnya di dalam film Vina Cirebon tersebut.
"Menurut saya enggak pantas dan enggak ada dasarnya. Walaupun ada kegaduhan, ya kegaduhannya bukan karena filmnya tapi kasusnya. Film sih potret aja, film kan diambil juga dari apa yang terjadi. Itu juga diambil dari sudut pandang keluarga," pungkasnya. (ND)