Di saat momen Lebaran seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan, Wardatina Mawa justru mengambil langkah mengejutkan dengan menyatakan kemantapan hatinya untuk menggugat cerai Insanul Fahmi. Keputusan ini pun disambut dengan sikap pasrah dari sang suami yang seolah tak lagi mampu mempertahankan biduk rumah tangga mereka.
Namun, di balik sikap pasrah tersebut, sebuah perang dingin mulai mencuat ke permukaan. Bukan soal harta, melainkan masa depan buah hati mereka. Insanul melayangkan tudingan pedas bahwa dirinya dipersulit bertemu anak hingga sempat berniat menyeret masalah ini ke Komnas Anak. Meski Mawa telah membantah keras dan menegaskan tak pernah menutup akses, ketegangan ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa perceraian mereka tidak akan berjalan tenang.
Akankah meja hijau nanti menjadi saksi bisu perebutan hak asuh anak yang sengit antara keduanya? Mengapa kesepakatan damai sulit diraih di ambang perpisahan ini?
DILARANG MENGGUNAKAN KONTEN CUMICUMI.COM TANPA IZIN