Image Source : Bataminfo
Isiden pemadaman listrik total (blackout) massal yang mulai terjadi pada Senin pagi, 12 Oktober 2026, dan berlangsung hingga belasan jam di berbagai wilayah di Batam memang menjadi perbincangan masyarakat. Di sejumlah titik tercatat pemadaman listrik tersebut mencapai 15-16 jam.
Terkait hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, menduga gangguan listrik yang terjadi dipicu masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Namun, penyebab pasti gangguan tersebut masih dalam proses penelusuran.
"Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah," kata Rudi dalam keterangannya, Selasa (13/10/2206).

Rudi juga sempat mengungkapkan bahwa indikasi awal menunjukkan adanya gangguan pada instalasi kelistrikan di gardu induk tersebut. Gangguan itu kemudian berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam. Namun, Rudi menegaskan penyebab pasti gangguan masih ditelusuri oleh tim teknis bersama pihak berwenang. Termasuk dugaan masuknya hewan liar.
"Penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang," ujarnya.
Sebagai informasi, gangguan sistem kelistrikan itu menyebabkan pemadaman meluas. Tim teknis dan operasional PLN Batam kemudian melakukan penormalan secara bertahap untuk memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan terdampak. PLN Batam menyatakan saat ini seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak telah berhasil dinormalkan. (ND)