Image Source : Tribunnews
Dari pemeriksaan diketahui A menderita depresi. Hingga kini, kondisi A tidak kunjung membaik karena Anita mengaku dia terbentur ekonomi untuk membawa buah hatinya berobat secara rutin.
"Karena
kondisi ekonomi saya kurang mampu dan memang butuh biaya yang nggak sedikit,
meskipun punya BPJS hanya terhalang untuk akomodasi dan membutuhkan bantuan
orang untuk mengantar karena anak suka ngamuk saat diajak berobat,"
ungkapnya.
Anita melanjutkan, gejala anaknya menderita depresi mulai muncul setahun lalu,
tepatnya ketika A duduk di Kelas 6 SD. Saat itu, A sering mengamuk ketika
belajar di kelas yang membuat Anita mengambil keputusan supaya anaknya berhenti
sekolah.
"Gejalanya muncul pas A kelas 6 SD, jadi waktu itu di kelas suka gebrak
meja dan buat teman-temannya takut. Jadi saya putuskan berhenti sekolah sampai
sekarang," tuturnya.
Bahkan, A disebut sempat menghilang.
"Dia juga sempat hilang dan ditemui di Kuningan setelah saya share di Facebook," tambahnya.
Anita berharap kondisi anaknya ingin segera normal kembali dan bisa menempuh pendidikan setelah satu tahun berhenti sekolah.
"Harapan ingin anak kembali normal dan bisa sekolah lagi," pungkasnya.
(Dnd)