Image Source : Pinterest
DF yang mengaku mulai curiga dengan percakapan yang membuatnya tidak nyaman, kemudian berupaya menolak kesempatan kerja yang ditawarkan.
"Baik pak berarti saya belum sesuai pak, lalu dia bertanya pada saya, 'hampir sesuai bu, maaf tanya agak sensi, itu d*d* g*d* asli atau gimana? Karena informasi saja sekretaris lama itu g*d*', dia memaksa saya," ungkap DF.
DF mengaku semula tidak ingin membuat kasus ini viral, tetapi setelah melihat korban yang baru dan viral di media sosial lewat postingan rekannya, DF lalu mengontak korban tersebut. "Kemudian saya chat ke korban tersebut, apakah sama pelakunya? Ternyata memang sama pelakunya, itu terjadi di tanggal 18 April 2024," ungkap DF.
DF pun berpesan kepada para pencari kerja agar lebih berhati-hati sebelum melamar. "Sebelum kita apply, kita harus tahu HRD yang akan merekrut kita dan kita harus cari tahu dahulu perusahaannya seperti apa dan posisi apa yang akan kita lamar. Karena kalau misalnya kita terlalu terburu-buru itu sepertinya harus dipikirkan matang-matang. Jangan terpancing iming-iming salary yang besar untuk mengirimkan salah satu foto yang vulgar," pungkasnya.
Karena geram dengan prilaku sang HRD, DF pun tengah berkonsultasi kepada pengacara dan siap melaporkan kasus ini ke ranah polisi.
"Karena untuk melaporkan ke polisi perlu effort yang besar kita para korban jauh-jauh untuk lokasinya," kata DF.
DF mengaku menerima dihubungi oleh korban lainnya. "Banyak korban-korban ada yang DM saya," ungkap DF.
(Dnd)