Image Source : Cumicumi
Polemik hak asuh anak yang menyeret Ruben Onsu dan Sarwendah memang belum terlihat titik temunya. Bahkan, masalah ini nampaknya akan memasuki babak baru usai Sarwendah kabarnya telah melayangkan gugatan ke Komnas Perlindungan Anak terhadap sang mantan suami.
Di sisi lain, permintaan pengecekan kesehatan Ruben Onsu sebelum bertemu dengan anak-anaknya juga menjadi sorotan. Terkait hal ini, pihak Sarwendah akhirnya meluruskan hal tersebut dan menegaskan langkah itu murni sebagai bentuk proteksi terhadap keselamatan anak-anak. Mereka juga menegaskan bahwa hal ini demi memastikan kondisi fisik anak tetap terjaga aman.
"Ternyata memang ditemukan adanya sebuah riwayat yang sangat sensitif sekali tidak dapat kami sampaikan di ruang publik, yang mana riwayat tersebut dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap anak sehingga perlu dilakukan pengujian atau pengecekan kesehatan," kata Pablo Benua, kuasa hukum Sarwendah.
Dalam kesempatan tersebut, Pablo Benua menegaskan bahwa kliennya tidak bermaksud membebani Ruben Onsu dengan aturan mengenai jadwal tes rutin. Namun, pohak Sarwendah hanya ingin melihat adanya itikad baik bersama demi kebaikan buah hati.
"Pada prinsipnya Sarwendah ingin melihat itikad baik saja. Jadi gak usahlah, kita lupakan dulu yang 3 bulan sekali, 6 bulan sekali, dan sebulan sekali. Lakukan saja dulu itikad baik itu sekali, cukup," bebernya.
Lebih lanjut, tim kuasa hukum Sarwendah mengungkapkan bahwa wacana pemeriksaan medis tidak boleh dipelintir sebagai alat penjegal pertemuan antara ayah dan anak kandung. Pasalnya, ini merupakan salah satu bentuk protektif orang tua dalam menjaga anak dari berbagai potensi risiko kesehatan.
"Lalu kalau kita bicara bahwa ada syarat untuk tes kesehatan, saya tegaskan itu bukan syarat. Itu adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap anak," tegas Pablo Benua. (ND)