Image Source : Cumicumi
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah memang masih bergulir hingga saat ini. Bahkan, kini kuasa hukum Ruben Onsu yaitu Minola Sebayang juga turut berselisih paham dengan ibu tiga anak tersebut.
Salah satu pernyataan Sarwendah yang ditanggapi oleh Minola Sebayang adalah tudingan dirinya yang kerap melakukan penggiringan opini publik yang berpotensi merusak psikologis anak-anaknya. Ditemui belum lama ini, Minola pun membantah tudingan tersebut secara tegas.
"Kami tidak pernah nge-framing, apalagi menggiring opini," tuturnya.
Pengacara berdarah Batak itu menjelaskan bahwa publik memiliki opini masing-masing yang tentunya tidak bisa dipengaruhi hanya dengan pernyataannya di media sosial.
"Persepsi masyarakat justru terbentuk dari fakta-fakta yang ada," tuturnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Minola Sebayang sempat membongkar di balik penderitaan Ruben Onsu sebelum polemik ini meluas. Minola miris lantaran imej Ruben selama ini dirusak dengan narasi-narasi keji di masa lalu.
"Siapa duluan? Sebelum hal ini ramai, justru mereka kan yang melakukan penggiringan opini yang menjatuhkan harkat, marwah, dan harga diri klien kami sebagai ayah. Ruben dibilang tidak bertanggung jawab, penyakitan, dan punya banyak utang," pungkas Ruben Onsu.
Sebagai informasi, Sarwendah belum lama ini diketahui membuat surat terbuka kepada Minola Sebayang. Mantan personel Cherrybelle tersebut menyinggung soal dugaan narasi yang dibuat Minola mengenai permintaan Ruben Onsu bertemu kedua anaknya pasca dirinya bercerai.
"Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar. Jadi, Pak Minola, masalahnya kan mau ketemu anak-anak. Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak," buka Sarwendah.
Artis berusia 37 tahun itu juga menjelaskan bahwa dirinya bisa dihubungi kapan saja terkait lokasi dan waktunya jika Ruben Onsu meminta untuk bertemu dengan anak-anaknya. Bahkan, Sarwendah menyatakan siap bertemu dengan psikolog yang berkomenten untuk membutikan bahwa dirinya tidak pernah mempengaruhi anak-anaknya.
"Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana? Jam berapa? Saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya, tapi saya malah dinarasikan mendoktrin dan mempengaruhi anak-anak. Silahkan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten, buat langsung ketemu dan ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah mempengaruhi anak-anak atau tidak," ujarnya. (ND)