Image Source : Cumicumi
Konflik antara Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu, memang belum sepenuhnya usai. Bahkan, polemik yang berawal dari gugatan hak asuh anak itu kian melebar. Seperti belakangan ini, muncul rumor yang menyebut bahwa polemik keduanya kian memanas usai muncul perdebatan soal keyakinan dalam gugatan balik (rekonvensi) Sarwendah ke Ruben.
Menanggapi hal tersebut, Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah menegaskan bahwa isu agama sama sekali bukan alasan untuk membatasi kliennya hubungan ayah dan anak. Chris bahkan mengungkapkan bahwa poin perbedaan keyakinan yang tercantum dalam berkas perkara hak asuh anak murni merupakan strategi dan konstruksi hukum dari tim pengacara, bukan dari Sarwendah.
"Perlu kami luruskan mengenai poin perbedaan keyakinan yang terdapat dalam dokumen perkara hak asuh anak. Poin tersebut bukan permintaan dari klien kami, Sarwendah. Melainkan bagian dari argumentasi dan konstruksi hukum yang kami susun berdasarkan pertimbangan serta ketentuan hukum yang berlaku," ujar Chris Sam Siwu dalam video klarifikasinya di media sosial belum lama ini.
Chris juga menambahkan bahwa Sarwendah sepenuhnya mempercayakan penyusunan gugatan kepada tim kuasa hukum. Walau begitu, secara personal, wanita berusia 37 tahun itu tidak pernah mempermasalahkan keyakinan sebagai penghalang bagi anak-anaknya untuk dekat dengan Ruben Onsu pasca perceraian mereka.
"Bagi Sarwendah pribadi, perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi alasan untuk melarang ataupun membatasi anak-anak bertemu dan memiliki hubungan dengan ayahnya," tegas sang pengacara.
Bahkan untuk masa depan buah hatinya, mantan personel Cherrybelle itu siap memberikan kebebasan penuh kepada anak-anak saat mereka sudah menginjak usia dewasa.
"Ketika kelak anak-anak telah dewasa dan berhak menentukan keyakinannya sendiri, klien kami, Sarwendah, akan menghormati pilihan anak-anak dan terus akan mendampingi mereka sebagai seorang ibu," pungkasnya. (ND)