Image Source : Cumicumi
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Betrand Peto masih bergulir di Polda Metro Jaya. Meski begitu, penyanyi yang akrb disapa Onyo itu sempat menyampaikan bantahan tegas dan siap mengikuti proses hukum yang berlaku.
Di sisi lain, kondisi pelapor kasus ini yaitu perempuan berinisial ANW disebut mulai terganggu. Diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Deki Patria, ANW mengalami guncangan mental hebat usai data pribadinya disebarluaskan (doxing) di media sosial. Dia juga menjadi target serangan akun-akun anonim di jagat maya setelah kasus tersebut mencuat ke publik.
"Kondisi klien ini sangat memprihatinkan, yang di mana dia notabenenya merupakan korban. Nah, sekarang sudah diserang oleh beberapa akun yang sifatnya anonim, termasuk sudah dibagikan identitasnya, seperti tempat dia bekerja, kemudian alamat di mana dia tinggal," ujar Deki Patria, dikutip dari Youtube Cumicumi.

ANW disebut kini memiliki ketakutan yang parah sehingga tidak berani berinteraksi ke luar rumah. Bahkan mirisnya, tekanan batin yang mendalam ini sempat membuatnya berpikir nekat untuk mengakhiri hidupnya.
"Sampai-sampai tadi malam ada kekhawatiran dari kami sebagai kuasa hukumnya, sempat menyampaikan pesan ke kita karena beratnya tekanan mental yang dia hadapi. Sampai-sampai dia bilang ingin mengakhiri hidupnya supaya menyelesaikan permasalahan ini," beber Deki.
Oleh karena itu, tim kuasa hukum memprioritaskan pemulihan psikologis korban dengan menyiapkan pendampingan dari tenaga ahli.
"Kami sedang mempersiapkan agar klien kami didampingi oleh psikolog. Karena yang sering sekali dilupakan pada saat ada korban kekerasan seksual adalah bagaimana trauma healing-nya," tegas kuasa hukum lainnya, Tulus Pardosi.
Selain itu, tim kuasa hukum berencana menyambangi tiga instansi perlindungan negara untuk memberikan jaminan keselamatan fisik maupun psikis kepada ANW.
"Besok akan ke LPSK, kemudian ke Komnas Perempuan, lalu ke Kementerian PPPA, seperti itu," pungkas Deki. (ND)