Image Source : Instagram
Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Betrand Peto memang masih diselidiki oleh pihak berwajib. Meski begitu, pihak kepolisian mengatakan belum bisa mengungkapkan jadwal pemanggilan penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut untuk dimintai keterangan.
Di sisi lain, korban yang berinisial ANW dan temannya, DYP, belum lama ini diketahui telah menjalani agenda klarifikasi di Polda Metro Jaya. Mereka merespons keras bantahan yang disampaikan oleh penyanyi muda Betrand Peto (BP) atas dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan. Keduanya ditanyai puluhan pertanyaan oleh penyidik.
Si korban ditanya itu dengan 23 pertanyaan di dalamnya. Tentu dari pertama kali dia berangkat dari tempatnya menuju lokasi tindak pidana itu terjadi. Tadi sudah menyerahkan beberapa bukti juga, dan hari ini dua orang saksi sudah diperiksa dalam perkara ini," papar Deki Patria, kuasa hukum korban.

Di hadapan awak media, kuasa hukum korban lainnya, Nathaniel Hutagaol, mempertanyakan aktivitas hingga makanan maupun minuman yang dikonsumsi oleh Betrand Peto saat berada di tempat hiburan malam tersebut, sampai akhirnya diduga nekat melakukan pelecehan terhadap kliennya.
"Saya ingin minta sama wartawan-wartawan, coba tanyakan dulu kepada BP, dia itu di situ ngapain? Dan mengonsumsi apa aja? Kenapa sampai kami duga memiliki kenekatan melakukan tindakan yang melecehkan si korban. Itu yang pertama," tegas Nathaniel Hutagaol, dikutip dari Youtube Cumicumi.
Bukan hanya itu, Nathaniel bahkan melontarkan sindiran terkait asupan yang dikonsumsi oleh putra Ruben Onsu itu pada malam itu hingga berani bertindak nekat kepada sang korban.
"Coba tanyakan, dia kenapa ke sana? Dan apa yang dikonsumsi? Apakah makan buah, ataukah makan nasi goreng? Sehingga kami duga memiliki kenekatan untuk melakukan tindakan pelecehan terhadap korban," imbuhnya.
Tak hanya itu, Nathaniel sempat memberikan klarifikasi terkait kabar miring yang beredar di media sosial mengenai latar belakang korban. Dia membantah isu yang menuding ANW sebagai pemandu lagu (LC) atau wanita malam.
"Korban ini adalah wanita pekerja. Punya kerja sebagai karyawan, dan dia juga kuliah. Jadi banyak yang menganggap dia LC, cewek biliar, bukan ya! Ingat teman-teman, bukan. Jangan sampai ketika cewek keluar malam jam 02.00 dianggap sebagai cewek nakal yang pantas dilecehkan. Kan tidak," paparnya, (ND)