logo shopcumi
  • Politik
  • 20 jam yang lalu

Titip Pesan ke Kapolri Suyudi, Nyoman Parta: Teladani Hoegeng dan Berantas Nominee di Bali

Image Source :

‌

‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌
‌
‌
‌
‌
‌
  • ‌

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini resmi memegang tongkat komando Polri. Pergantian dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ini pun dibarengi sejumlah harapan, salah satunya dari Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta.

Parta menitipkan empat pesan kepada Suyudi. Bukan hanya soal bagaimana polisi menghadapi kejahatan, tetapi juga bagaimana institusi tersebut hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.

Menurut Parta, pergantian Kapolri harus menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme sekaligus membangun kepercayaan publik.

Pesan pertama yang disorot Parta adalah integritas.

Ia meminta Suyudi meneladani sosok Jenderal Hoegeng yang dikenal karena kejujuran, kesederhanaan dan keteguhannya dalam menjaga integritas.

"Keteladanan harus dimulai dari pimpinan. Keberanian menolak intervensi, menjaga jarak dari kepentingan pribadi, dan menindak penyimpangan di internal akan menentukan arah institusi," ujar Parta dalam pandangannya.

Parta juga menilai anggota polisi yang bekerja dengan jujur harus mendapatkan perlindungan dan penghargaan. Sebaliknya, penyalahgunaan kewenangan harus ditindak secara konsisten.

Baginya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa hukum tidak berubah hanya karena seseorang memiliki jabatan, kekayaan atau kedekatan dengan kekuasaan.

Polisi Jangan Bikin Warga Dipingpong

Pesan kedua menyangkut pelayanan publik.

Parta berharap masyarakat bisa merasakan kehadiran Polri bukan hanya ketika ada penindakan hukum, tetapi juga saat mereka datang untuk mencari bantuan.

Masyarakat yang membuat laporan, menurut Parta, perlu didengar. Korban kejahatan juga membutuhkan kepastian mengenai tindak lanjut perkara.

"Jangan biarkan warga dipingpong dari satu meja ke meja lain. Jangan biarkan mereka merasa harus mempunyai kenalan agar laporannya diperhatikan," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan mengenai prosedur, persyaratan, biaya resmi jika ada, hingga perkembangan penanganan perkara sesuai ketentuan hukum.

Narkoba, Jangan Cuma Kejar Pelaku Lapangan

Pesan berikutnya adalah pemberantasan narkoba.

Pengalaman Suyudi sebagai Kepala BNN dinilai Parta menjadi modal penting dalam menghadapi jaringan narkotika.

Ia berharap pemberantasan narkoba tidak berhenti pada pelaku di lapangan. Bandar, pengendali jaringan, aliran dana hingga pihak yang memberikan perlindungan juga perlu ditelusuri berdasarkan bukti.

"Jika ada aparat yang terlibat atau menjadi pelindung peredaran narkoba, tindak dengan tegas," tegas Parta.

Namun, penindakan bukan satu-satunya jalan. Ia juga meminta pencegahan dan rehabilitasi diperkuat dengan melibatkan keluarga, sekolah, desa dan komunitas.

Nominee di Bali Ikut Disorot

Yang menarik, Parta secara khusus menyinggung persoalan praktik nominee di Bali.

Ia meminta penggunaan nama warga Indonesia untuk menyamarkan penguasaan tanah atau usaha oleh pihak lain mendapat perhatian serius.

Menurut Parta, aparat jangan hanya berhenti pada nama yang tercantum dalam dokumen. Sumber dana, pihak yang sebenarnya mengendalikan aset atau usaha, serta tujuan perjanjian juga perlu ditelusuri.

"Jangan berhenti pada nama yang terlihat di permukaan," ujarnya.

Parta menekankan, penanganan persoalan tersebut tetap harus berdasarkan bukti dan kewenangan hukum. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum harus dilakukan. Sementara persoalan administrasi atau keabsahan hak harus ditindaklanjuti melalui lembaga yang berwenang. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan nama demi imbalan sesaat. Sebab, konsekuensinya bisa panjang, mulai dari sengketa hingga persoalan hukum dan hilangnya kendali atas aset yang tercatat menggunakan nama sendiri.

Bagi Parta, Bali tetap terbuka terhadap investasi yang sah. Namun investasi, menurut dia, harus berjalan bersama kepatuhan hukum, perlindungan hak masyarakat dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Pada akhirnya, Parta berharap kepemimpinan Suyudi dapat dirasakan masyarakat melalui hal yang paling sederhana: pelayanan yang mudah, penegakan hukum yang adil dan perlindungan ketika warga membutuhkannya.

"Rakyat harus merasa bahwa ketika membutuhkan perlindungan, mereka dapat datang kepada polisi dengan percaya," kata Parta. (Giostanovlatto

related articles
Alasan Listyo Sigit Prabowo Digantikan Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri

  • Politik
  • 1 hari yang lalu
ReJO Ucapkan Selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

  • Politik
  • 1 hari yang lalu
Manisnya Momen Marion Jola Dilamar Sang Kekasih di Komplek Candi Prambanan

  • Seleb News
  • 1 minggu yang lalu