Image Source : istimewa
Pembagian Koridor Pembangunan
Agar lebih realistis, proyek dapat dibangun bertahap dalam beberapa seksi utama:
* Bakauheni - Bandar Lampung
* Bandar Lampung - Palembang
* Palembang - Jambi
* Jambi - Pekanbaru
* Pekanbaru - Rantau Prapat
* Rantau Prapat - Medan
* Medan - Binjai - Langsa
* Langsa - Lhokseumawe
* Lhokseumawe - Banda Aceh
Pendekatan bertahap memungkinkan setiap seksi segera memberikan manfaat ekonomi tanpa harus menunggu keseluruhan jaringan selesai.
Sinergi dengan Jalan Tol Trans Sumatera
Yang lebih menarik, pembangunan Kereta Api Trans Sumatera akan berjalan berdampingan dengan Jalan Tol Trans Sumatera. Apabila kedua proyek ini tersambung penuh dari Lampung hingga Aceh, Indonesia akan memiliki dua moda transportasi darat utama yang saling melengkapi.
Kereta api menjadi pilihan utama untuk angkutan massal dan logistik berkapasitas besar dengan biaya rendah. Jalan tol menjadi jalur kendaraan pribadi, bus antarkota, logistik cepat, serta distribusi industri.
Model seperti ini telah terbukti sukses di Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa.
Dampak Ekonomi
Manfaat ekonomi proyek ini sangat luas.
Pertama, biaya logistik nasional akan turun secara signifikan.
Kedua, distribusi hasil perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, batu bara, hingga hasil pertanian menjadi
lebih cepat.
Ketiga, kawasan industri baru akan tumbuh di sepanjang jalur rel maupun jalan tol.
Keempat, investasi swasta akan meningkat karena akses transportasi semakin baik.
Kelima, sektor pariwisata akan berkembang karena mobilitas masyarakat semakin mudah.
Keenam, jutaan lapangan kerja akan tercipta selama tahap konstruksi maupun operasional.
Ketujuh, konektivitas antarprovinsi akan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh Pulau Sumatera.