Image Source : cumicumi
Pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo alias FX Rudy, yang membongkar sejumlah klaim yang dianggapnya seputar sosok Joko Widodo, menuai tanggapan dari Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara sekaligus relawan setia Jokowi, Andi Azwan.
Ketika ditemui kala ikut serta dalam silaturahmi kebangsaan Joko Widodo ke NTT, Andi Azwan mengaku menyayangkan pernyataan tersebut, mengingat latar hubungan panjang antara FX Rudy dan Jokowi sejak awal 2000-an. Meski begitu, ia tetap menghargai sikap FX Rudy sebagai bentuk loyalitas kepada partainya.
"Kalau kita melihat ya, ya sangat disayangkan lah, karena apalagi kan Bang Rudi ini kan, ya, ibaratnya dulu kan seperti soulmate lah, ya, dari 2005 kan sampai ke itu. Tapi kan kita melihat lagi, bahwasanya kita juga menghargai Pak Rudi ini, Bang Rudi ini adalah militansinya dari PDIP, ya. Apa kata partai selalu benar, dibandingkan apa kata hati nurani," kata Andi Azwan (30/07/2026)
Tak sekedar memberi tanggapain, Andi Azwan pun melempar balik sejumlah sentilan pedas ke arah pihak seberang. Menurut Andi Azwan, sikap FX Rudy tersebut mencerminkan loyalitas penuh kepada ketua umum partainya, yang menurutnya patut dihormati meski ia sendiri tidak sependapat dengan substansi pernyataannya.
"Dia kan hanya percaya dengan ketua umum. Apa kata ketua umum pun, dia korbankan bila perlu nyawanya. Nah, itulah seorang loyalitas yang perlu juga kita hargai keloyalitasannya itu, gitu loh," sambungnya.
Lebih lanjut, Andi Azwan bahkan menegaskan bahwa klaim-klaim yang disampaikan FX Rudy soal Jokowi tidak perlu ditanggapi secara serius.
"Tapi kalau kita kaitkan apa yang dikatakan mengenai Pak Jokowi, ya, menurut versinya Pak Rudi ini, ya, buat saya itu bukan sesuatu yang perlu, ya, kita tanggapi secara serius, ya. Buat saya itu pepesan kosong," tegasnya.
Baca Juga: TOK! MK Putuskan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Anggaran Pendidikan Mulai APBN 2028
Andi Azwan pun turut menyuarakan argumennya, yakni rekam jejak Jokowi yang berhasil menduduki posisi kepemimpinan dari tingkat Surakarta, Jakarta, hingga Republik Indonesia, justru menunjukkan hal sebaliknya dari yang dituduhkan. Ia bahkan menyinggung soal penurunan elektabilitas partai usai berpisah dari Jokowi.
"Karena kan kenyataan yang terjadi adalah bahwasanya beliau ini telah memimpin dari Surakarta, Jakarta, dan Republik Indonesia, ya. Dalam konteksnya, beliau kan selalu didukung oleh partainya ketika itu berpisah, ya, apa yang terjadi, gitu loh. Kan kita juga melihat bahwasanya secara politik ada suatu penurunan yang signifikan ketika Pak Jokowi keluar dari pusaran mereka, kan begitu, sebagai petugas partai mereka, ya," jelasnya.
Andi juga menyinggung soal etika membuka masalah pribadi ke ruang publik, sembari kembali menegaskan bahwa pernyataan FX Rudy tidak akan berdampak signifikan.
"Inilah yang selalu diglorifikasikan, yang menurut saya, kalau mau fairness, ya, sudah tidak mengungkit-ungkit tentang masalah-masalah yang mungkin sifatnya pribadi, jadi menjadi rahasia umum, gitu loh, ya. Yang jelas, bagi saya, apa yang dikatakan Mas Rudi ini adalah pepesan kosong. Tidak ada, tidak ada yang berpengaruh untuk itu, kalau kita lihat, ya," pungkasnya.