logo shopcumi
  • Lifestyle
  • 9 jam yang lalu

Dikira Ada Udang di Balik Batu, Ini Tantangan Smile Train Yakinkan Warga soal Operasi Sumbing Gratis

Image Source : cumicumi

































Ratusan ribu operasi bibir sumbing yang dilakukan Smile Train Indonesia secara cuma-cuma ternyata bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan terbesar justru datang bukan dari faktor geografis, melainkan dari rasa curiga masyarakat sendiri terhadap konsep bantuan yang benar-benar gratis.

Country Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, ketika hadir di acara podcast Special Interview kanal Youtube Cumicumi, mengungkapkan bahwa tak sedikit warga yang justru menolak tawaran operasi gratis karena menaruh kecurigaan. Banyak yang berpikir pasti ada maksud tersembunyi di balik niat baik tersebut.

"Enggak semua hal yang kita ingin lakukan baik itu diterima dengan baik. Kadang saya melihat, apakah orang sudah seputus asa itu ketika ada orang ingin berbuat baik dianggap pada maunya," ungkap Deasy Larasati dalam video yang diunggah di kanal Youtube Cumicumi

Kecurigaan itu bahkan sampai menyoal biaya operasi yang diklaim gratis. Deasy menilai, ada saja warga yang bertanya langsung soal kemungkinan adanya tagihan di kemudian hari.

Baca Juga: Beda Perlakuan ke Nada dan Azka, Ini Alasan Deddy Corbuzier

"Ada yang juga bilang, nanti kita sudah operasi dibayar enggak nih? Ini kita ngomong hal-hal yang enggak selalu challenge-nya adalah geografis, tapi penerimaan publik dulu nih terhadap perilaku setiap orang," jelasnya. 

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya di pelosok, menjadi lebih berhati-hati sebelum menerima tawaran bantuan medis dari pihak luar. Bagi tim Smile Train, meyakinkan warga bukan sekadar soal menjelaskan program, tapi juga membangun kepercayaan dari nol di setiap daerah baru yang mereka masuki.

Untuk mengatasi hal ini, kolaborasi dengan aparat teritorial seperti Babinsa dan Babinkamtibmas menjadi kunci. Menurut Deasy, kehadiran sosok yang sudah dikenal dan dipercaya warga setempat jauh lebih efektif untuk meyakinkan masyarakat dibanding pendekatan langsung dari tim Smile Train.

"Kenapa Bapak Babinsa dan Bapak Babin, karena sama mereka, Bu, saya yakin gitu kami enggak akan dimintain uang untuk bayar biaya operasi," ujar Deasy menirukan alasan warga yang lebih percaya pada informasi dari aparat setempat.

related articles
Ribuan Anak Lahir Sumbing Tiap Tahun, Smile Train: "Masyarakat Harus Sadar Ke Mana Mencari Bantuan"

  • Politik
  • 3 hari yang lalu
KKI dan Kedaulatan Ekonomi Digital Indonesia: Tantangan Menghadapi Dominasi Visa dan Mastercard

  • Lifestyle
  • 3 hari yang lalu
Runner Up Miss Grand Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal Dunia di Hari Ulang Tahun

  • Seleb News
  • 1 minggu yang lalu