Image Source : ilustrasi ai
Bila merasakan nyeri sendi atau benjolan yang tiba-tiba muncul, sebagian orang tak jarang langsung sigap mengonsumsi obat-obatan asam urat. Terlebih, obat asam urat terbilang mudah diakses, dengan harga terjangkau di apotek. Bahkan, tak jarang minimarket juga turut menyediakan.
Namun ternyata, kebiasaanmembeli dan mengonsumsi obat asam urat secara mandiri tanpa resep dokter dinilai berisiko tinggi bagi kesehatan. Hal itu disampaikan oleh dr. Ngabila Salama, ketika menghadiri program Weekend Sehat di acara podcast Special Interview Cumicumi.
"Yang harus hati-hati pada asam urat itu dia tidak boleh asal-asalan didiagnosis apalagi minum obat tanpa periksa lab. Itu haram, karena obat asam urat berbahaya" ucap dr. Ngabila dalam video yang diunggah di kanal Youtube Cumicumi
Dokter Ngabila pun memberikan saran kepada para pengidap maupun orang yang mengalami gejala, untuk tidak lupa melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum mengonsumsi obat-obatan asam urat. Bagi mereka yang mulai merasakan nyeri sendi apalagi disertai benjolan, dr. Ngabila meminta untuk segera melakukan pengecekan darah. Mengingat, pengecekan asam urat bisa dilakukan tanpa puasa alias sewaktu.
"Jadi kalau kita kok kayak asam urat nih, apa tadi kan sudah dikasih tahu gejalanya kena jari-jari sendi besar apakah jempol dan salah satu sisi. Habis itu ada benjolan lagi kok sakit nyeri. Nah, sesudah itu diperiksa lab asam urat. Boleh puasa, boleh sewaktu. Boleh diambilnya dari jari, boleh dari yang besar. Enggak usah puasa pun enggak apa-apa kalau asam urat. Beda sama gula. Begitu dicek wanita di atas 6, pria di atas 7, diagnosis asam urat tegak, baru dokter kasih obat." sambungnya
Baca Juga: Beri Edukasi Soal Pemicu Asam Urat, dr. Ngabila: Jauhi BENJOL
Hal itu tentunya bukan tanpa alasan yang kuat. Pasalnya, Obat asam urat itu dibagi menjadi dua fase. Fase pertama, adalah fase ketika sang penderita sedang mengalami sakit yang akut. Sedangkan fase kedua, merupakan fase perawatan alias maintenance. Di mana obat-obatan biasanya diminum sampai 1 bulan ke depan.
"Karena obat fase awal sama fase maintenance beda ya. Kalau awal-awal dikasih obat yang langsung menurunkan kadar asam urat, dia akan bikin sakitnya malah tambah nyeri. Obat awal itu adalah obat untuk meredakan radangnya dulu. Nah, baru sesudah itu di-maintenance." tambahnya
Efeknya pun tidak main-main, karena selain berpotensi memberikan rasa sakit yang semakin menjerit, konsumsi obat asam urat tanpa pengawasan dokter juga berpotensi memberikan dampak pada organ ginjal.
"Kalau kita asal minum obat asam urat penurun asam urat, tanpa resep dari dokter itu juga ke ginjal kurang bagus. Bahaya ke ginjal. Sehingga memang harus didiagnosis dokter." tutupnya