logo shopcumi
  • Lifestyle
  • 4 hari yang lalu

Cerita Perokok Dewasa Beralih ke Produk Tembakau Alternatif

Image Source :

































Masih tingginya prevalensi merokok di Indonesia menunjukkan bahwa berhenti merokok secara instan bukan hal yang mudah bagi banyak orang. Di tengah tantangan tersebut, berbagai pendekatan mulai dipertimbangkan, termasuk beralih ke produk tembakau alternatif yang telah terbukti di berbagai penelitian ilmiah memiliki risiko kesehatan lebih rendah dibandingkan rokok. Pendekatan ini dikenal sebagai tobacco harm reduction (pengurangan bahaya tembakau), yang lebih menekankan pada pengurangan risiko sebagai solusi atas kesulitan para perokok untuk berhenti merokok sepenuhnya.

 

Sejumlah perokok dewasa telah membuktikan bahwa beralih ke produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan dan kantong nikotin bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi bagian dari upaya bertahap untuk mengurangi kebiasaan merokok, dengan pertimbangan kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.

 

Aldi, seorang influencer yang dikenal melalui akun @vapeducation di Instagram, mengaku telah beralih dari rokok ke vape sekitar tahun 2016-2017. Ketertarikannya berawal dari  pengalaman teman-teman yang telah beralih lebih dahulu dan diiringi dengan kesadaran untuk mengumpulkan informasi yang valid, sehingga keputusan yang diambil untuk benar-benar beralih tidak diambil secara sembarangan.

 

Aldi memilih melakukan riset terlebih dahulu, menelusuri berbagai sumber dan jurnal ilmiah hingga menemukan publikasi dari Public Health England yang menyebutkan bahwa vape memiliki risiko jauh lebih rendah dibandingkan rokok.

 

Public Health England, yang kini dikenal sebagai UK Health Security Agency, melalui kajian berjudul "Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products" menunjukkan bahwa rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan dapat menurunkan paparan zat berbahaya secara signifikan, yakni sekitar 90-95 persen lebih rendah dibandingkan rokok. Temuan ini menjadi salah satu rujukan penting dalam diskursus tobacco harm reduction, sekaligus membuka peluang bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok menuju alternatif yang lebih rendah risiko.

 

"Saya riset dulu dan akhirnya saya menemukan beberapa informasi. Di tahun 2015 sudah ada jurnal dari Public Health England yang menyebutkan bahwa vape 95% lebih tidak berbahaya dibanding rokok. Dari situ saya memutuskan untuk mencoba membeli, setelah yakin dari hasil riset," ujar Aldi, dikutip Kamis (7/5/2026).

 

Saat ini Aldi sudah sepenuhnya menggunakan vape dan berhasil meninggalkan rokok. Ia pun mulai merasakan perubahan pada kondisi kesehatannya. "Dari sisi pernapasan, terasa lebih panjang dan lega. Selera makan juga meningkat. Sekitar 1 sampai 2 bulan kemudian, saya akhirnya berhenti total merokok," ungkapnya.

 

Pengalaman inilah yang kemudian mendorong Aldi untuk membangun platform edukasi, dengan komitmen menyajikan informasi berbasis riset dan berimbang tentang vape. Baginya, peralihan ke produk tembakau alternatif bukan sekadar tren, melainkan proses yang perlu didasari pemahaman yang tepat, transparansi terhadap risiko, serta akses pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

"Kita berhak mendapatkan informasi yang benar. Banyak orang lebih suka konsumsi konten singkat tanpa verifikasi. Saya merasa punya tanggung jawab untuk meluruskan. Kalau ada sisi negatif vape, tetap saya sampaikan. Saya tidak pernah bilang vape sepenuhnya aman, tapi lebih tidak berbahaya 95% dibanding rokok berdasarkan info dari Public Health England," kata Aldi.

 

Kisah lainnya datang dari Hanif (31), seorang karyawan swasta di Jakarta Selatan, yang biasanya selalu memulai hari dengan sebatang rokok, namun sudah beberapa bulan terakhir ia memilih menggunakan rokok elektronik. Peralihan tersebut sebagai bagian dari upayanya menurunkan risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. Keputusan ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap kesehatannya, sekaligus dorongan dari keluarga yang menginginkannya menjalani hidup lebih sehat.

 

Pada awalnya, Hanif tidak langsung merasa cocok dengan vape. Ia sempat meragukan efektivitas dari rokok elektronik untuk membantunya dalam menggantikan kebiasaan merokok. Lambat laun, Hanif akhirnya mulai menemukan pola yang sesuai dengan cara memilih perangkat dan mengatur frekuensi penggunaan.

 

"Dulu agak sulit menyesuaikan, karena karakter rokok sama vape kan beda, jadi masih terasa ada yang kurang. Tapi lama-lama, saya lebih nyaman pakai vape sih, karena tidak bau seperti rokok," ujar Hanif.

 

Di balik proses adaptasi tersebut, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang menguatkan langkah Hanif untuk terus menggunakan vape. Istrinya, misalnya, kerap mengingatkan alasan awal ia memutuskan beralih, yakni demi kesehatan jangka panjang dan kualitas hidup yang lebih baik. Lingkungan rumah yang kini bebas dari asap rokok juga membuat Hanif merasa lebih nyaman.

 

"Keluarga seneng banget, karena sekarang rumah jadi tidak bau asap rokok. Itu juga yang bikin saya makin yakin untuk lanjut pakai vape," tutupnya.

 

Melalui pengalaman perokok dewasa yang telah beralih ke produk tembakau alternatif, terlihat bahwa pendekatan tobacco harm reduction dapat menjadi salah satu opsi bagi mereka yang kesulitan berhenti merokok sepenuhnya. Pendekatan ini membuka ruang bagi upaya pengurangan risiko secara bertahap, sekaligus menjadi bagian dari solusi dalam menekan tingginya prevalensi merokok di Indonesia.

related articles
Cek Faktanya! Ini Bukti Ilmiah tentang Produk Tembakau Alternatif

  • Lifestyle
  • 6 jam yang lalu
Jonathan Frizzy Ditahan Terkait Vape Obat Keras, Ririn Dwi Ariyanti Pernah Menjenguk?

  • Hot News
  • 7 bulan yang lalu
Terjerat Kasus Vape Berbahan Etomidate, Jonathan Frizzy Akui Hidupnya Hancur

  • Hot News
  • 7 bulan yang lalu