Image Source :
Di mata Sarwendah, tudingan tersebut memang tak benar tapi sangatlah berbahaya jika dilakukan secara terus-terusan. Ia juga merasa tak adil karena gara-gara isu tak benar itu dirinya jadi diyakini punya hubungan terlarang. Sarwndah pun menegaskan bahwa isu itu adalah hoaks.

"Dan yang paling bahayanya itu adalah karena semua yang membaca ikut percaya dan ikut menyebarkan isu-isu tersebut. Padahal sama sekali enggak benar. Dan mungkin, bisa jadi ini adalah hoaks," ujarnya.
"Tapi buat aku, ini adil enggak? Sama sekali enggak adil dong! Karena semua tuduhan ini seperti nyata, tapi sebenarnya tidak, dan akhirnya kalian menggiring opini yang terjadi di media sosial," ia menyambung.
"Menyebarnya pasti sangat cepat tanpa aku bisa balas dan jawab satu-satu. Dan aku enggak bisa berbuat apa-apa," tambahnya
Sarwendah juga menyinggung soal orang-orang terdekatnya yang bisa saja langsung tersinggung saat membaca komentar miring seputar dirinya.
"Media sosial memang tempat berkomentar. Tapi kalian pernah mikir enggak sih kalau yang kalian komentari aku, tapi di situ ada orang-orang terdekatku. Orangtua, anak-anak aku, ataupun keluarga-keluarga yang mereka bisa baca," ujar Sarwendah.
"Mungkin aku sendiri bisa enggak baca dan berusaha tidak peduli. Tapi kalian pikir deh perasaan orang di sekitar aku? Kalian coba deh pikir kalau kalian jadi aku dan terjadi ke diri kalian, kalian gimana?" lanjutnya.
(Dindi)