Image Source : google
Menurut seorang pakar media sosial, fenomena ini memang melahirkan sebuah dilema yang cukup rumit. Pasalnya, para selebritis memang memiliki ruang lingkup jangkauan yang jauh lebih lebar dari para pedagang biasa. Hal ini pun dapat mereka gunakan untuk meraup keuntungan yang besar.
"Ada dilema antara etika dan peluang, disatu sisi memang orang, mau siapapun itu artis siapapun itu ngelihat peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan hal ini di platform untuk berjualan di platform digital" ujar Pakar Media Sosial (18/9)
Pasalnya, dengan melakukan hal ini artis-artis tersebut memang tampak seperti merampas hak orang lain. Meski begitu, para artis tersebut juga tidak melanggar peraturan atau regulasi apapun. Namun, ia menambahkan bahwa alangkah baiknya untuk para artis untuk dapat lebih membaca situasi dan tahu diri.
"Tetapi di satu sisi lain, orang juga akan melihat ya jangan ngambil lapak orang dong, jangan ngambil lapak jualan orang. Nah ini kita memang harus, saya mencoba bersikap netral bahwa kita ini harus balance gitu ya. Yang artis juga quote-on-quote harus tahu diri" lanjutnya
"Tidak melanggar apapun, tidak melanggar ketentuan platformnya itu sendiri, tidak melanggar undang-undang, regulasi apapun" tambahnya lagi
Pakar media sosial pun menghimbau para artis untuk lebih selektif dalam memilih produk yang mereka jual agar tidak menimbulkan citra rakus. Contohnya seperti mempromosikan produk dari perusahaannya sendiri.
"Tetapi tentu nya ketika kita berbicara kepatutan gitu ya, ini dan juga ngomongin etika yaini akan menjadi sebuah tanda tanya, kenapa sih harus sampai menjual hal yang memang bisa dijual oleh banyak orang, harusnya mungkin artis kan lebih spesifik misalnya artis yang menjual brand milik dia" pungkasnya (FR)
Saksikan komentar para pedagang di kanal Youtube Cumicumi