Dini hari seorang cewek jalan sendiri di pinggir jalan. Ia mengaku baru berkumpul bersama teman di sebuah klub malam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Saat hendak pulang dan menunggu taksi. Tiba-tiba cewek tersebut diculik 3 orang pria.
Nggak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa pasrah meski sesekali minta dibebaskan. Sekitar 30 menit ia disekap. Mengalami luka dibagian perut, ia nyaris menjadi korban pemerkosaan. Seperti itulah sepenggal kisah penculikan Widi Vierra.
Banyak orang yang bertanya-tanya apa yang ia lakukan sendirian di jalanan pada jam segitu? Kevin Aprilio sebagai teman sesama band membantah jika Widi doyang dugem. Tapi sang mantan pacar mengatakan jika Widi memang beberapa kali mengunjungi klub malam.
"Dulu sih dugem jarang, cuma mungkin karena ada kesibukan. Gue nggak tahu deh, dia kan juga udah punya pacar kan? Moga dia baik-baik, karena gue putus juga baik-baik," ujar Onadio, mantan pacar Widi sekaligus vokalis Killing Me Inside, ditemui di Central Park Ballroom, Jakarta Barat, Rabu (06/07) malam.
Saat masih memiliki hubungan dengan Widi, Onadio mengaku bahwa vokalis Vierra itu memang agak tomboi. Widi terkenal cuek dan suka ceplas-ceplos dalam berbicara.
"Dia mandiri, tapi juga sok mandiri. Terkadang dia melakukan hal-hal yang terlalu berani. Orangnya ceplas-ceplos, cuek," kata Onadio.
Lantas, setahu Onadio apakah Widy juga pernah terlibat dalam hal-hal buruk seperti narkoba? Mendengar itu, ia langsung menggeleng. "*No... No..*. Narkoba dia bersih," tegas pelantun *Tormented* ini.
"...Terkadang dia melakukan hal-hal yang terlalu berani."