Image Source : Instagram
Konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu memang masih bergulir hingga saat ini. Berawal dari gugatan hak asuh anak, kini polemic keduanya sudah mulai merembet ke hal lain. Salah satunya adalah masalah nafkah anak.
Jika sebelumnya pihak Sarwendah mengaku telah memberikan audit nafkah dan pengeluaran anak-anak, rupanya hal itu akhirnya respon mengejutkan dari pihak Ruben Onsu. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben mengklaim bahwa audit tersebut keliru dan tidak memenuhi kaidah audit yang sebenarnya.
"Audit itu harus dilakukan oleh pihak ketiga yang independen. Itu baru namanya audit. Tapi kalau kita mengaudit diri kita sendiri, itu bukan audit namanya. Itu hanya pengecekan balance pengeluaran," kata Minola Sebayang, dikutip dari Youtube Cumicumi.
Bukan tanpa alasan, Minola menduga bahwa pihak Sarwendah melakukan audit keuangan sendiri. Padahal, seharusnya audit keuangan perlu melibatkan auditor independen dari pihak ketiga.hal ini dilakukan agar esensi audit mengedepankan transparansi dan keadilan.
Oleh karena itu, auditor adayang bertugas harus ditunjuk oleh pemilik anggaran atau disepakati bersama kedua belah pihak, bukan diklaim secara sepihak.
"Audit itu harus dilakukan oleh orang yang ditunjuk oleh pemilik anggaran, atau ditunjuk bersama-sama agar tercipta yang namanya fairness. Dan orang yang menggunakan anggaran itu harus membuka seluas-luasnya akses bagi seorang auditor untuk memeriksa semua catatan keuangan. Itu baru namanya audit," tegasnya.
Lebih lanjut, Minola mengimbau pihak Sarwendah agar tidak mengaburkan makna dengan mendefinisikan istilah audit secara subjektif kepada publik.
"Sama seperti appraisal misalnya, 'saya sudah meng-appraisal rumah saya sekian miliar'. Semua orang pasti akan menghargai rumahnya mahal, tapi apakah itu valid? No. Yang valid itu kalau kita menunjuk independen appraisal. Audit juga seperti itu. Maka saya hanya bisa tersenyum ya kalau misalnya ada kata-kata audit sendiri," pungkas Minola Sebayang. (ND)