Image Source : Instagram
Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, saat berlayar untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Komunikasi terakhir dengan kelima jurnalis ini terputus pada hari Senin sekitar pukul 15.04 WIB setelah salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terkini.
Hingga hari ini (11/9), pencarian kelima jurnalis ini masih terus dilakukan. Bahkan, Gubernur Banten Andra Soni mengikuti langsung proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat bersama Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR 247 Tetuka dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (11/9) pagi.
"Setelah empat jam perjalanan kita telah mendekati lokasi dan ini masih di area yang aman artinya di luar 3 KM dari Gunung Anak Krakatau. Ini kita sedang memutari Pulau Rakata," ungkap Andra Soni, dikutip dari CNN.

Andra Soni menyampaikan Tim SAR Gabungan yang berada di kapal RIB 02 tengah melakukan penyisiran di Pulau Sertung yang tidak jauh dari Gunung Krakatau. Disebutkan pula, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan 13 kapal di hari keempat pencarian lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau ke empat sektor.
"Kita memberikan dukungan kepada RIB 02 yang sedang menuju Pulau Sertung yang sedang melakukan penyisiran," ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan ke-13 alutsista yang diterjunkan untuk operasi hari keempat yakni KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," kata Al Amrad, di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat.
Al Amrad juga mengungkapkan bahwa Tim SAR gabungan juga akan kembali memonitor dari pulau-pulau yang ada di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk di Pulau Sebesi.
"Kita akan monitoring secara keseluruhan di Pulau Krakatau, Pulau Panjang, serta di Pulau Sertung, dan satu RIB dari Lampung, RIB 02, akan mengelilingi pencarian di sekitar Pulau Sebesi," tuturnya. (ND)