logo shopcumi
  • Seleb News
  • 1 jam yang lalu

Komentar Nakes di Unggahan Yurizal Viral, IDI Singgung Dugaan Penyebabnya

Image Source :

































Beberapa waktu belakangan, jagat maya dihebohkan dengan viralnya cuitan seorang warganet bernama Yurizal Tri Chaerawan yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan kamar di rumah sakit. Namun, di dalam cuitannya Yurizal mengaku tidak ingin menyebut nama rumah sakit tersebut lantaran menggunakan layanan BPJS.

Sayangnya, cuitan Yurizal Tri Chaerawan itu justru menuai banyak kritikan pedas dari tenaga kesehatan (nakes) Kejadian ini kemudian dengan cepat viral dan menuai beragam reaksi dari warganet lain yang menyoroti sikap para nakes yang seharusnya ramah kepada pasien. Rupanya Wakil Ketua Majelis Pengembangan Profesi Kedokteran IDI, Mahesa Paranadipa, juga ikut memberikan komentarnya.


Mahesa Paranadipa menilai lontaran komentar nirempati dari sejumlah tenaga kesehatan kepada pasien di media sosial disebabkan dari dampak kelelahan emosional (burnout). Oleh karena itu,  pemicunya memang perlu diteliti lebih lanjut. Hal ini dikarenakan fenomena seperti ini ternyata dilakukan oleh oknum lintas profesi kesehatan dan tidak hanya di satu tempat.

"Analisa awal mungkin bisa disebabkan karena tekanan psikologis, beban kerja, atau kondisi lain di tempat kerjanya. Kelelahan (burnout) secara emosional dan fisik yang tidak bisa dikendalikan (coping mechanism) bisa menimbulkan perilaku nirempati," kata Mahesa, dikutip dari Instagram @.rumpi_gosip.

Menurut Mahesa, pelaku professional seharunya bisa memberikan pelayanan yang baik dalam aktifitasnya bukan hanya di kehidupan nyata namun juga di dunia maya.

"Perilaku profesional melekat baik dalam pelayanan maupun dalam aktivitasnya di dunia maya, tanpa membedakan-bedakan status sosial maupun kepesertaan dalam jaminan kesehatan," imbuhnya.

Oleh karena itu, apabila ditemukan seorang dokter atau tenaga kesehatan yang melontarkan komentar nirempati kepada pasiennya, Mahesa menilai perlu dilakukan penindakan secara etik. Namun sebelum itu, penindakan secara etik ini perlu ditelusuri terlebih dahulu apakah oknum-oknum tersebut merupakan anggota organisasi profesi atau bukan

"Jika bisa dibuktikan bahwa benar ia dokter atau tenaga kesehatan lainnya (karena ada juga akun fake mengatasnamakan dokter atau tenaga kesehatan), perlu ada penindakan secara etik," tutur dia. (ND)

related articles
Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Penanganan Pemadaman Listrik dan Jaga Stabilitas Harga BBM

  • Politik
  • 1 hari yang lalu
Tanggapi Kritikan Terhadap Jokowi, Ketum BRN: Rakyat Rasakan Langsung Janji Politik 'Indonesia Sentris'

  • Politik
  • 1 hari yang lalu
Tinjau Pabrik Motor Listrik di Tangerang, Wapres Gibran Jajal Langsung Tangkas X7 New

  • Politik
  • 5 hari yang lalu