Image Source : Cumicumi
Seperti diberitakan sebelumnya, Teddy Pardiyana telah resmi ditetapkan sebagai ahli waris dari almarhumah Lina Jubaedah oleh Pengadilan Agama Bandung. Putusan tingkat banding ini dijatuhkan pada 21 Juli 2026 itu, membatalkan keputusan Pengadilan Agama (PA) Bandung sebelumnya yang sempat menolak permohonan Teddy karena alasan cacat formil.
Terkait penetapan ini, mantan suami Lina Jubaedah yaitu Sule ikut memberikan responnya. Meski begitu, Sule tidak ingin terlalu banyak bekomentar lantaran menurutnya urusan hukum sudah sepenuhnya diserahkan kepada pengacara keluarganya.
"Oh kalau soal itu, sudah biarkan saja. Saya enggak mau banyak komentar karena kan sudah ada pengacara yang ngurusin," ujar Sule, ditemui belum lama ini.
Sule sempat mengakui bahwa permohonan penetapan ahli waris yang diajukan Teddy Pardiyana sudah diterima, namun komedian kondang ini mengisyaratkan proses hukum belum berakhir. Sule bahkan menyinggung adanya langkah hukum lanjutan yang sedang berjalan.
"Kan masih ada kasasi. Iya, kami mengajukan kasasi. Jadi kita tunggu saja hasilnya," ujarnya.
Di sisi lain, Sule tidak ingin terlalu ikut campur dalam masalah ini. pasalnya, menurut Sule, putra sulungnya yaitu Rizky Febian, sudah cukup dewasa dalam menghadapi persoalan ini.
"Iky itu kan sudah dewasa. Dia tahu kok perkembangan kasusnya. Baru semalam saya ngobrol sama dia. Tapi saya enggak mau kasih tahu ngomongin apa. Privasi dong," tuturnya.
Sementara itu, permasalahan ini muncul usai Teddy Pardiyana melayangkan permohonan penetapan ahli waris di Pengadilan Agama Bandung, pada Desember 2025. Dalam permohonannya, Teddy ingin putrinya dari pernikahan dengan Lina memiliki hak yang sama dengan keempat anak Sule atas harta peninggalan almarhumah.
Namun Sule menilai semua aset sang mantan istri adalah pemberiannya saat bercerai sehingga Teddy tak seharusnya menuntut harta Lina. Ayah lima anak itu juga sempat mempertanyakan keberadaan beberapa aset Rizky Febian, dari rumah hingga mobil, yang sempat dititipkan kepada Lina sebelum meninggal dunia. (ND)