Image Source : cumicumi
Rismon Sianipar, nampaknya memiliki perspektif tersendiri, mengenai sidang praperadilan kasus dugaan penyebaran berita bohong perihal Ijazah Joko Widodo yang dimulai hari ini. Rismon beranggapan, jika diajukannya permohonan praperadilan, hanyalah salah satu cara dari Roy Suryo, untuk menghindari persidangan. Pasalnya, jika persoalan ini sampai ke tahap persidangan nanti, Roy akan dihadapkan dengan 3 sampai 5 saksi ahli. Di mana, semua saksi ahli itu memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang ini. Sedangkan menurut Rismon, Roy Suryo tidak memiliki pengalaman dan background apa-apa.
"Bayangkan kalau lima (saksi) itu yang sudah menekuni sebuah bidang 30-40 tahun dihadapkan dengan orang politisi mengaku peneliti jadi apa? Jadi tempe goreng, kerupuk diceburkan ke air. Nah, inilah yang mereka hindari dengan cara mengajukan terus preradilan ini" ucap Rismon Sianipar (29/06/2026)
Tidak tanggung-tanggung, Rismon Sianipar bahkan berpendapat kalau Roy Suryo tidak memiliki ilmu di bidang digital image processing. Sebuah bidang keilmuan berbasis matematika, yang digunakan untuk meneliti keaslian dan keabsahan sebuah dokumen penting.
"Untuk menentukan keotentikan ya atau kepalsuan fakeness atau dari sebuah dokumen data digital atau citra digital, maka dia harus punya basis metodologi-metodologi berbasis matematika apa yang ada dikenal mulai tahun-an itu tahun-an ini apa ini keilmuan ini digital image processing sebelum melahirkan digital forensik. Nah, Roy Suryo enggak punya itu" lanjutnya
Rismon Sianipar bahkan sampai berkata, kalau dirinya siap menagih persoalan ini langsung ke hadapan Roy Suryo. Hal itu, akan dilakukan oleh Rismon ketika menghadiri sebuah acara debat, di salah satu stasiun televisi swasta. Di mana, dirinya dan Roy Suryo akan dihadapkan secara langsung.
"Roy Suryo operasi dasarnya pun nanti besok saya tanyakan operasi dasarnya ya di rakber pernah enggak melakukan operasi dasar dalam berbasis matematika terhadap digital image processing ya" tegasnya