logo shopcumi
  • Politik
  • 2 jam yang lalu

Dibandingkan India, Indonesia Tertinggal 30 Tahun Soal Pemberian MBG

Image Source : Lampungmedia

































Pro dan kontra terkait program asupan gizi bagi anak sekolah atau yang kita kenal dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir. Yang teranyar, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menuntut pemerintah untuk menghentikan program MBG yang sudah berjalan selama kurang lebih satu setengah tahun. Tuntutan itu disampaikan dalam gelar aksi demonstrasi BEM UI yang digelar di Bundaran HI pada Jumat (12/6).

Menanggapi tuntutan tersebut pemerintah dengan tegas menolak dan menyatakan tidak akan menghentikan program MBG. Tegangan dua kehendak ini menambah panjang polemik seputar program MBG yang selama ini banyak mendapatkan kritik. Penasehat khusus presiden bidang komunikasi, Hasan Nasbi menilai tuntutan menghentikan program MBG sebagai sikap yang tidak bijak.

MBG menurut Hasan bukan program yang dibuat asal-asalan dan bahkan ada 100 negara lain di dunia yang sudah menjalankan program serupa.

"MBG ini kan juga bukan program program ngarang-ngarang. Ini kan dikerjakan lebih dari 100 negara dan kita baru mulai.
Kita baru mulai gitu," papar Hasan di podcast OTT cumicumi.com.

 

Pendiri Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tan Malaka, ini membandingkan Indonesia dengan India. Menurut Hasan dalam hal program menciptakan generasi unggul melalui asupan nutrisi atau yang di Indonesia dikenal dengan MBG, India sudah jauh lebih dulu. Ini fakta ironis, meningat India adalah negara dengan income perkapita lebih rendah dari Indonesia.

"Kita terlambat 30 tahun dibandingkan India. Kita terlambat 80 tahun dibandingkan Jepang. Income per kapitanya (India) setengahnya kita. Dia mungkin cuma 2.500 US dolar, kita 4.500 sampai 4.800 US. Dia bisa kasih makan gratis. Dia sudah memulai 30 tahun yang lalu," katanya.

Hasan pun mengungkap fakta bahwa banyak CEO di perusahaan multinasional berasal dari India. Walaupun soal ini perlu kajian lebih dalam, apakah keberhasilan generasi India menduduki posisi elit di perusahaan-perusahaan internasional itu memiliki korelasi langsung dengan program nutrisi di usia dini atau tidak.

"Makanya CEO-CEO yang banyak di perusahaan-perusahaan multinasional dari India, ya salah satunya pasti gara-gara kasih MBG itu jadi dia punya nutrisi, punya energi, punya mikronutrien yang cukup juga untuk bisa menopang tubuh dan pikirannya mengikuti pelajaran di sekolah. Bayangin 60% anak sekolah di Indonesia enggak makan pergi sekolahnya," ungkap Hasan.

Secara medis, asupan nustrisi sejak dini memang sangat penting bagi perkembangan otak karena menjadi bahan bakar utama pembentukan miliaran sel saraf, memperkuat koneksi antarneuron, dan mendukung fungsi kognitif seperti memori dan konsentrasi. Asupan gizi yang tepat sejak dini secara langsung memengaruhi tingkat kecerdasan, daya ingat, dan kesehatan mental di masa depan.

Karena itu menurut Hasan, walaupun kita tertinggal jauh dari negara-negara lain, termasuk India yang income perkapitanya lebih rendah dari Indonesia, adalah naif jika kita menghentikan program MBG sebagai terobosan baru menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan tangguh. '

"India aja bisa dan 30 tahun lalu dia sudah bikin. Jadi kalau terlambat memang, tapi enggak apa-apa. Oke terlambat asal kita mau memulainya," pungkas Hasan. (vibes)


related articles
Respon Nanik S. Deyang Disinggung Soal Motor Listrik MBG

  • Viral
  • 20 jam yang lalu
Terseret Kasus Hanania Group, Dara Arafah Akui Trauma Terima Endorse

  • Seleb News
  • 2 hari yang lalu
Imbas Rumahnya Hangus Terbakar, Anisa Rahma Akui Tinggal dengan Orang Tua

  • Seleb News
  • 2 hari yang lalu