Image Source :
Aktris cantik Adhisty Zara cukup menuai sorotan
perkara kehidupan pribadinya yang tak jarang tersebar di media sosial. Meski demikian,
penggemar tetap mengapresiasi setiap karya yang dikeluarkan oleh Adhisty Zara. Bahkan
mengakui jika sang idol memang berbakat di bidang perfilman.
Terlepas dari segala sensasi yang pernah hadir dari Adhisty Zara, baru-baru ini Zara mengaku telah memiliki ketertarikan dengan lawan jenis sedari kecil. Hal ini bermula ketika sewaktu TK sering menonton sinetron diam-diam. Bahkan, adegan yang kerap disaksikannya romantis serta hubungan asmara yang terjalin secara diam-diam.
Alhasil, Adhisty Zara mulai tertarik dengan lawan jenis sewaktu usianya masih sangat kecil. Zara mengaku sempat dijodoh-jodohkan oleh ibu teman mainnya waktu masih TK.
Pengakuan itu disampaikan Adhisty Zara saat ia berbincang dengan Deddy Corbuzier. Awalnya, ia membahas seputar ketertarikannya terhadap lawan jenis sewaktu kecil. Akhirnya, pengakuan yang tak terduga itu disampaikan Zara.

Zara mengakui ketertarikannya menonton sinetron berawal dari ikut-ikutan salah satu anggota keluarga di rumahnya. Dari situlah ia mulai paham dengan rasa suka terhadap lawan jenis.
"Karena kebanyakan nonton sinetron kali, ya. Diam-diam nonton di kamar Mbak. Ketahuan, ditarik sama Mama, kayak gitu.. Kalau ketahuan, habis aku waktu itu," ceplos Adhisty Zara mengutip kanal YouTube Deddy Corbuzier, baru-baru ini.
"Gara-gara nonton sinetron, akhirnya tertarik sama cowok dan ajakan dari teman-teman juga, kacau juga tuh TK, dan sebenarnya suka-sukaan saja," sambung Adhisty Zara.
Pengaruh ketertarikan kepada lawan jenis sewaktu masih kecil juga tak lepas dari pengalaman Zara dengan teman mainnya. Rupanya, ibu dari temannya itu kerap memanggil Zara calon menantunya.
"Dulu TK di Bandung, ada satu ibu dari temanku ini namanya Sahid. Dia itu melihat aku, ibunya senang. Jadi setiap pulang, aku full day sampai jam 4 sore. Kalau belum dijemput, dia (ibu temannya) selalu bilang: Aduh, menantu," terang Zara.
"Justru, omongan dari orang gitu kayak aku (ingat), dan enggak ngerti. Namanya juga masih ingat, Sahid. Dan setelah itu, enggak tahu di mananya, dan justru dari TK aku ingat cuma dia doang, sih," sambungnya.
(Dnd)