Image Source : Instagram
Ju Haknyeon akhirnya muncul ke publik untuk menjelaskan soal kepergiannya dari grup yang membesarkan namanya, THE BOYZ. Kepada Billboard, Ju Haknyeon menyinggung bahwa keputusannya hengkang dari grup seolah lantaran dipaksa oleh agensi.
Dalam wawancara tersebut, Ju Haknyeon mengklaim bahwa insiden yang terjadi pada 29 Mei di ajang Asia Star Entertainer Awards di Jepang menjadi pemicu utama dirinya dikeluarkan dari grup. Haknyeon pun sempat membenarkan bahwa dirinya bertemu dengan mantan aktris JAV, Asuka Kirara.
"Kami sedang berkumpul dan bertemu dengan banyak orang. Saat malam semakin larut dan kami minum bersama, ada satu orang di sana yang dulunya merupakan mantan aktris AV. Namanya Asuka Kirara. Itu pertama kalinya saya bertemu dengannya, dan setahu saya, dia sudah pensiun sekitar lima hingga tujuh tahun lalu," kata Ju Haknyeon.

Penyanyi berusia 26 tahun itu menjelaskan bahwa percakapan mereka saat itu berkaitan dengan perjalanan karier Asuka Kirara yang kini beralih ke industri kecantikan, sehingga pembahasan yang terjadi bersifat profesional dan bisnis. Ju Haknyeon pun tak menampik bahwa kala itu dirinya memang meminum alkohol.
"Sebagai orang dewasa, minum dan mabuk itu hal yang normal, kan? Usia saya hampir 27 tahun," lanjutnya.
Walau begitu, dia menyesali foto-foto yang beredar lantaran diambil tanpa persetujuannya dan tamu lain dalam acara tersebut, lalu dijual kepada media. Lalu setelahnya, pihak label memutus kontraknya dan mengajukan tuntutan ganti rugi kepadanya. Ju Haknyeon pun menolak untuk menandatangani perjanjian tersebut.
"Saya bilang saya tidak akan menandatanganinya, karena saya tidak bisa menyetujui jumlah tersebut. Secara realistis, jika saya membayarnya, hidup saya akan berakhir. Saya akan bangkrut," paparnya,
Oleh karena itu, Ju Haknyeon meyakini bahwa pemberitaan media Korea yang terus berkembang terkait kasus ini merupakan hasil koordinasi dari pihak agensi, ONE HUNDRED. Dia pun mengaku miris lantaran sebagai artis, tidak mendapat perlindungan dari agensinya.
"Saya ingin orang-orang tahu bahwa perusahaan tidak melindungi artisnya dan tidak bertindak seperti perusahaan yang seharusnya. Jika saya kalah dalam kasus ini atas sesuatu yang tidak saya lakukan, perusahaan-perusahaan lain kemungkinan akan kembali menyalahgunakan situasi seperti ini," pungkasnya. (ND)