Image Source :
Ustad Soleh Mahmud atau yang dikenal dengan Ustad Solmed nampaknya tidak main-main untuk menghadapi penyebar fitnah tentangnya. Belum lama ini, Ustad Solmed diketahui telah mendatangi Polda Metro Jaya unutk melaporkan akun-akun yang mengaitkan namanya dengan sosok pendakwah berinisial SAM, pelaku pelecehan seksual sesama jenis, yang tengah viral di media sosial.
Ditemani kuasa hukumnya, Solmed menegaskan bahwa keputusannya untuk menempuh jalur hukum sudah dipikirkan matang lantaran merasa dirugikan oleh narasi yang beredar jagat maya.

"Ya, Alhamdulillah. Atas pertimbangan yang sudah cukup matang, saya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim melaporkan akun-akun yang telah memfitnah saya, lewat akun-akun mereka di media sosial yang telah menuduh bahwa SAM itu adalah saya," kata Ustaz Solmed, dikutip dari Youtube Cumicumi.
Dalam kesempatan tersebut, suami April Jasmine itu kembali membantah tegas tudingan tersebut bahwa dirinya adalah sosok pendakwah berinisial SAM yang tengah menjadi perbincangan. Dia juga mengklaim sudah memiliki bukti yang menunjukkan bahwa dirinya bukan sosok yang dimaksud.
"Ternyata sekarang sudah terbukti bahwa sosok SAM itu bukanlah saya," tegasnya.
Kuasa hukum Solmed, Alfian Bonjol, menyebut pihaknya datang untuk menyerahkan proses penanganan kasus ini kepada kepolisian. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan penyidik terkait pasal yang akan dikenakan.
"Ya ini kita lagi koordinasi dulu. Jadi kita nggak mau juga zalim ya. Sebagai warga negara yang taat hukum, kita buat laporan terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap klien kita, Ustaz Solmed," jelasnya.
Sebagai informasi, kasus ini bermula dari beredarnya narasi di media sosial yang mengaitkan nama Ustaz Solmed dengan sosok berinisial SAM, pendakwah yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual sesama jenis. Meski telah membantah, namun tudingan itu tetap membuat Solmed banjir hujatan dan dinilai mencoreng citranya sebagai pendakwah.
Belakangan telah dikonfirmasi bahwa SAM yang dilaporkan lima korban adalah Syekh Ahmad Al Misry. Kabar terakhir dari pengacara korban, sang pendakwah diduga kini berada di Mesir sehingga menghambat penyelidikan. (ND).