Image Source :
Sekitar 300 pengacara dari berbagai daerah yang tergabung dalam organisasi advokat, Komite Nasional Advokat Indonesia (KNAI) berkumpul di Ballroom Level Up, Sentul City pada Minggu (14/4) lalu.
Para pengacara yang merupakan perwakilan dari berbagai pengurus cabang dan anak cabang di seluruh Indonesia itu, menggelar acara halal bihalal dengan tujuan semakin mempererat persatuan dan rasa persaudaraan di antara para anggota KNAI.

"Sebagai organisasi yang baru dibangun KNAI memang terus melakukan koordinaai dan konsolidasi demi menyatukan visi dan misi dalam berorganisasi," ungkap Pablo Benua, selaku Ketua Umum KNAI.
Acara dikemas dengan menggunakan konsep digital kreative, mulai dari tampilan panggung yang menggunakan grafis berbasis digital, tata lampu yang elegan, dan berbagai elemen pendukung, yang mencerminkan KNAI sebagai organisasi advokat dengan basis sistem digital terbaik.
"KNAI memang hadir selaras jaman. Dalam menggerakan organisasi, pun dalam pekerjaan setiap anggota organisasi, kita mengedepankan sistem digitalisasi. Dengan itu, semua anggota serta masyarakat umumnya dan klien khususnya, bisa melihat langsung kinerja KNAI dan seluruh anggotanya dari seluruh Indonesia," urai Pablo ditemui cumicumi.com usai menyampaikan sambutan.

Terlepas dari perangkat dan sarana digital yang digunakan untuk mendukung kinerja organisasi dan setiap individu anggota, Pablo menegaskan satu hal utama dan prinsipil bagi seluruh pengacara yang bernaung di bawah 'rumah hukum' KNAI.
Yang pertama dan paling utama, setiap anggota KNAI harus menunjung tinggi moralitas dalam mengemban peran sebagai pembela kebenaran dan keadilan. Buat apa organisasi mentereng, jika para anggotanya tidak punya kualitas moral yang mumpuni. Sebab advokat sejatinya adalah sebuah profesi mulia (officium nobile)," tegas suami artis Rey Utami itu.