Image Source : Instagram
Nama Taqy Malik belakangan menjadi sorotan usai disebut pernah menjadi incaran polisi Arab Saudi. Hal tersebut disebut merupakan imbas konten sedekah makanan yang dilakukannya pada 2025 silam.
Hal tersebut dibocorkan salah satu teman sang YouTuber, Randy Permana. Kepada awak media, Randy mengungkapkan bahwa alasan Taqy Malik dipantau oleh polisi intel Madinah lantaran saat bersedekah diunggah ke Instagram story.
"Jadi, sedekah makanan itu diunggah ke Story IG. Nah Story itu dilihat polisi intel Madinah. Mungkin, karena makanannya tidak sesuai lidah jemaah di sana, akhirnya dibuang dan bikin kotor area masjid," kata Randy Permana.
Diungkapkan lebih lanjut oleh Randy, polisi setempat sudah mengantongi bukti-bukti kegiatan yang dilakukan Taqy Malik lantaran viral di media sosial.
"Akhirnya, dicari deh tuh. Karena viral, polisi setempat lebih mudah melakukan pelacakan melalui biometrik visa," ungkapnya.

Meski tidak mendapat sanksi, namun usai menjadi incaran Kepolisian Arab Saudi, Randy melihat, Taqy Malik nyaris tidak pernah mengunggah apapun terkait sedekah makanan di akun media sosialnya. Namun kontroversi sang YouTubet tak berhenti sampai di situ. Taqy Malik disebut menjalankan 'bisnis' wakaf Alquran di Tanah Suci, pada 2025.
Taqy dituding mengambil keuntungan sangat besar dari program wakaf Alquran tersebut. Padahal umumnya harga mushaf di Arab Saudi sekitar 40 Riyal atau sekitar Rp180.000. Sementara Taqy Malik menjual mushaf itu kepada jamaah dengan harga 80 Riyal atau sekitar Rp330.000.
"Sebenarnya, dia enggak nipu ya. Cuma jadinya jemaah mewakafkan Alquran tak sesuai dengan nominalnya," tuturnya. (ND)