Image Source : Instagram
Nama Tamara Tyasmara belakangan tengah menjadi perbincangan hangat warganet. Bukan hanya lantaran kasus kematian putranya, Dante, yang masih diproses oleh hukum, Tamara juga sempat menuai kritikan lantaran penampilannya saat momen tahlilan.
Dari foto yang beredar, Tamara dinilai tidak menunjukkan kesedihan sebagai seorang ibu yangd ditinggal anaknya pergi untuk selama-lamanya. Meski beberapa teman Tamara sudah muncul memberikan pembelaan, namun hal ini seolah belum cukup. Hingga pakar ekspresi, Kirdi Putra ikut muncul dan memberikan penjelasannya.
"Buat saya ditampilkan Tamara itu normal, senormal-normalnya," ujar Kirdi Putra, ditemui belum lama ini.

Dia melanjutkan, "Kita bicara karena kita public figure. Responnya kan kayak orang normal, misal lagi berduka ada yang meninggal, terus temen-temennya dateng. Dia bisa tersenyum sebentar. Kan suatu hal yang normal. Yang aneh netizen bikin cerita-cerita, itu bagi saya yang ajaib. Jangan kemudian seenak jidat kita sendiri bikin scenario biar seru gitu loh,".
Lebih lanjut, Kirdi Putra juga menyayangkan perilaku netizen Indonesia yang suka menulis komentar seenaknya dan sesuka hati. Padahal hal ini sangat tidak sehat.
"Banyak netizen Indonesia gak mikir ketika nulis, ketika komen. Suka-suka hati. Kan itu yang membuat statistic di luar sana bahwa netizen Indonesia paling aktif di media sosial tapi tingkat membacanya rendah," ucap Kirdi Putra.
"Efeknya kita gak mencari tahu dan kita gak bicara berdasarkan data di media sosial. Akibatnya suka-suka aja ngomong. Apakah itu menyakiti orang lain, gak peduli. Dan itu membuat saya sangat tidak sehat," sambungnya. (ND)