Image Source : instagram.com
Perseteruan antara Tsania Marwa dan mantan
suaminya, Atalarik Syach kembali memanas. Seperti diketahui, belum lama ini
Atalarik baru saja mengutarakan rasa kecewanya terhadap Tsania yang tak kunjung
mengizinkan kedua anaknya untuk memberikan paspor.
Mendengar sang mantan suami yang membuka permasalahan ini menjadi konsumsi publik, pihak Tsania Marwa pun buka suara. Kepada Cumicumi, kuasa hukum Tsania menghimbau Atalarik untuk terlebih dahulu menghormati keputusan hakim, karena hak asuh anak mereka berdua, telah dijatuhkan kepada Tsania Marwa.
"Jadi semenjak Agustus itu kan kita sudah komentarin bahwa sebetulnya, apa namanya soal passport ini dia harus melihat soal hak asuh yang ada (jatuh) di klien saya, dia harus berikan itu dulu." Ujar Herdian Saksono ketika ditemui secara eksklusif oleh Cumicumi (31/10)
Oleh karena itu, menurut Herdian sudah sepantasnya Tsania yang berhak untuk membawa kedua anaknya ke Tanah Suci terlebih dahulu. Tak hanya itu, Herdian pun memberikan sindiran tegas kepada Atalarik yang menurutnya sangat egois, mengingat perlakuannya terhadap Tsania hingga kini.
"Mungkin saya dulu berseloroh soalnya mungkin baiknya yang kalau mau mengajak umroh tuh Tsania Marwa dulu, karena kan dia yang punya hak, kan begitu. Kok ini nyelonong boy aja, dengan sangat egois ya, dia udah gak punya hak asuh, dia coba mendikte, dia menjelek-jelekkan klien saya, sehingga anak-anak tuh takut dengan klien saya, saya fikir ini udah keterlaluan ini yang kali ini" lanjutnya
Baca Juga: Disebut Tak Izinkan Anak Punya Passport, Tsania Marwa Naik Pitam
Di sisi lain, Herdian juga menegaskan bahwa pihaknya masih enggan untuk memberikan izin pembuatan paspor ini untuk menghindari kemungkinan Atalarik membawa kabur kedua anaknya keluar negeri.
"Ini diantisipasi sama klien saya, supaya ya takutnya ini anak dibawa keluar negeri gak balik lagi, iya kan. Itu yang sebetulnya memang jadi pertimbangan utama" tegasnya
Tak main-main, Herdian bahkan menduga Atalarik telah memberikan doktrin kepada anak-anak. Yang membuat kedua anaknya menjadi enggan untuk bertemu dengan Tsania.
"Terus terang, karena ya kita bisa menebak, kita menduga-duga bahwa sebetulnya di dalam sana itu anak-anak sudah dicuci otaknya sehingga si anak-anak itu benci terhadap ibunya sendiri, ibu kandungnya sendiri" sambungnya (FR)