Image Source : Instagram
Selebgram Safa Marwah kini tengah menjadi sorotan usai curhat dirinya menjadi korban kekerasan sang kekasih lantaran masalah uang. Dalam unggahan di Instagram miliknya, Safa Marwah bahkan membagikan foto pelipis matanya yang berdarah dan sobek.
Kemarin (4/10), Safa Marwah didampingi kuasa hukumnya membeberkan kronologi penganiayaan yang dilakukan sang kekasih berinisal TI. Dalam keterangan yang disampaikan, penganiayaan yang dilakukan ini sudah dilakukan sejak tahun 2020.
"Saya mulai dengan adanya peristiwa penganiayaan yang sudah terjadi berulang-ulang semenjak tahun 2022 tepatnya di bulan Agustus sampe berakhir kemarin itu di tanggal 12 September," kata kuasa hukum Safa Marwah, Martin Simanjuntak dalam jumpa pers Rabu (4/10/2023).
Martin juga menjelaskan hubungan asmara Safa dan TI berjalan selama kurang lebih dua tahun tepatnya sejak Juli 2022. Disebutkan jika Safa sudah mengalami dugaan penganiayaan sejak tiga bulan pertama hubungan mereka.
Bukan hanya itu, Martin juga mengungkapkan jika TI kerap hubungannya dengan Safa Marwah untuk kepentingan pribadi. Bahkan pria yang diketahui berprofesi sebagai pegawai negeri sipil atau PNS itu memiliki hutang kepada Safa senilai Rp42 juta.
"Di bulan September juga terjadi (dugaan penganiayaan) sampai bulan November itu terjadi penganiayaan juga di tempat kakak TI ini. Di situ Safa dijambak didorong dihempaskan sampai terluka rambutnya rontok," ungkap Martin.
Wanita berusia 26 tahun tersebut sempat melaporkan sang kekasih ke Polsek di Cempaka Putih, namun kasusnya berakhir damai. Safa Marwah pun diketahui memaafkan TI usai kekasihnya meminta maaf dan berniat tobat.

Hingga April 2023, Safa Marwah kembali dianiaya oleh TI. Bahkan kejadian ini dipicu hanya karena masalah sepele. Hal ini bahkan menyebabkan pelipis sebelah kirinya mengalami luka robek.
"Saat itu mereka sedang ada di dalam ruangan tempat tinggal Safa. Safa sedang nonton TV, mungkin sudah waktunya mandi Safa izin mandi, tapi tiba-tiba nggak dikasih izin dan digampar pelipisnya sebelah kiri dan menghasilkan luka robek dan lebam yang mengucurkan darah tidak berhenti," jelas Safa Marwah.
Jengah dengan kelakuan TI, Safa Marwah akhirnya membuat laporan kedua atas kasus dugaan penganiayaan ke Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat pada 12 September 2023. Dia pun berharap kasusnya bisa segera diproses. Pasalnya penganiayaan kali ini cukup membuatnya trauma.
"Saya cuma pengin keadilan yang seadil-adilnya, pengin segera di proses aja, karena saya terpukul dan kena mental sekal, saya masih takut, masih trauma," kata Safa Marwah. (ND)