Image Source : instagram.com/irawbw
Hari Mingu (4/6/2023) lalu, umat agama Buddha baru saja merayakan hari Waisak. Candi Borobudur pun menggelar perayaan Waisak paling besar di Indonesia, beberapa artis Tanah Air penganut agama Buddha seperti Reza Arap pun mengikuti acara perayaan ini.
Ternyata, selebriti senior Ira Wibowo pun juga ikut hadir pada perayaan ini. Melalui media sosial Instagram, Ira Wibobo membagikan pengalamannya mengikuti perayaan Waisak. Ira mengaku, keputusan untuk menghadiri perayaan Waisak bukanlah karena spontanitas, melainkan sudah menjadi cita-cita sejak lama. Sayangnya, Ira baru dapat menghadiri perayaan Waisak ditahun ini karena terkendala pandemi COVID-19.

"Malam kemarin, aku bersama anak2 dan sahabat2ku dan anak2nya mengikuti acara Waisak di Borobudur... Sebelum Pandemi melanda, aku sdh bercita2 utk turut serta, namun krn covid, selama bbrp tahun, acara tdk diadakan...tahun lalu, jadwal tdk bersahabat...br thn inilah, aku berkesempatan turut duduk bersama sekitar 5000 orang lainnya dari berbagai negara, suku, ras dan agama, berbagi energi kebaikan dan memandangi ribuan lampion yg di lepaskan ke langit candi Borobudur....soooo peaceful...sooooo beautiful Selamat merayakan Waisak utk seluruh umat Buddha...semoga semua makhluk berbahagia" Tulis Ira Wibowo

Akan tetapi, hal ini justru membuat netizen kebingunan, lantaran selama ini Ira Wibowo memeluk agama Islam. Netizen yang mempertanyakan agama Ira Wibowo pun membanjiri kolom komentar Instagramnya.
Ira Wibowo pun akhirnya buka suara dan menjawab pertanyaan ini. Menurut wanita kelahiran 1967 ini, acara perayaan Waisak dibuka untuk umum. Sehingga, tidak dikhususkan untuk pemeluk agama Buddha saja
"boleh kok...acaranya terbuka utk umum...dan bnyk sekali dr berbagai agama yg ikut merayakan...di sekitarku ada yg beragama Katolik, Kristen, juga bnyk saudara2 seiman, terlihat bnyk sekali yg berhijab pun turut serta...prosesi detik2 Waisak nya sendiri, sdh dijalankan pagi menjelang siang hari...sdg utk pelepasan lampion, selama niatan hati baik, tdk berbuat syirik, maka bersatu dlm keindahan keberagaman yg saling menghargai, rasanya adalah sesuatu yg baik...kedamaian dan kebahagiaan adalah sebuah doa universal yg seyogyanya diinginkan oleh kita semua...bukankah begitu? tp monggo saja setiap orang blh berpendapat utk dirinya...tdk wajib setuju kok. Peace" jawab Ira Wibowo
(FR)