Image Source :
Inul Daratista belakangan tengah menjadi perbincangan di kalangan warganet usai ucapannya terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami Lesti Kejora.
Dalam video singkat yang beredar, Inul meminta warganet untuk tak ikut campur dalam permasalahan rumah tangga Lesti dan Billar. Pedangdut yang dikenal dengan goyang ngebor ini juga sempat menyebut jika wajar bila dalam rumah tangga ada permasalahan.

"Namanya rumah tangga masih balita itu wajar kalo anjing-anjingan, kalau tabok-tabokan, pukul-pukulan itu sebenernya wajar," kata Inul Daratista.
Sontak ucapan Inul ini menuai kritikan warganet lantaran dinilai menormalisasi KDRT. Bahkan ada pula yang membandingkannya dengan pendapat dari Mamah Dedeh.

"'Tabok-tabokan, anjing-anjingan, pukul-pukulan dalam rumah tangga itu wajar'. Dear Inul, why u normalize (mengapa kamu menormalisasikan) kekerasan dalam rumah tangga baik verbal dan fisik?" tanya akun Twitter Hujan***
"Mbak Inul di sini bener-bener cerminan ibu-ibu konservatif yang lebih mentingin pride keluarga daripada martabat dirinya. Jangan kaget, masih banyak yang mindsetnya kayak mbak Inul, apalagi di desa-desa dan emang susah disadarinya," tulis akun Summ***.
"Inul kok bisa lebih dodol ya komentar soal Billar-Lesti ketimbang kayak Mamah Dedeh? Kaget gue Mamah Dedeh lebih progresif pikiriannya," tulis akun Fid***.
"Bukannya Inul dulu nangis-nangis titipin Lesti ke Billar? Kok sekarang dibiarin rumah tangganya pukul-pukulan? Malah dibilang wajar?" tanya akun Pin***.
Sementara itu, Mamah Dedeh diketahui pernah mengatakan bahwa perempuan yang mempertahankan rumah tangga meski mengalami KDRT adalah perempuan yang bodoh.
"Kita punya hak dengan tubuh kita, sakit aja wajib berobat iya apa iya? Kalau ada seorang istri 'Saya bertahan, biarin di gebukin tiap hari mah, ditendangin juga biarin, yang penting anak-anak bisa belajar yang benar, malu sama yang lain' maaf sangat sangat salah," tegas Mamah Dedeh. (ND)
cr image: Instagram, Tiktok