Image Source :
Seperti dikabarkan sebelumnya, Denada sempat tinggal di Singapura selama pengobatan sang putri, Aisha. Sang buah hati sempat menderita penyakit leukemia, sehingga perlu pengobatan yang intensif di luar negeri.
Kabarnya, demi bertahan hidup di Singapura, Denada sempat menjual asset miliknya. Biaya hidup di Singapura yang sangat tinggi, serta tidak bisa bekerja selama dua tahun terakhir membuat Denada akhirnya harus menjual semua aset miliknya di Indonesia. Walaupun begitu, ia masih memiliki beberapa aset yang belum laku.

“Masih ada, karena belum laku. Semua yang bisa aku jual, aku jual pas aku di Singapura. Aku udah jual apartemen, aku jual dua rumah yang di Jakarta tapi belum laku, jual mobil juga,” jelas Denada, dikutip dari Okezone.
Tak hanya menjual aset, pedangdut berusia 43 tahun ini bahkan sampai menjadi guru zumba di Singapura. Denada menjadi guru Zumba untuk anak anak dan dewasa. Kelas ini dilakukan secara daring dua kali seminggu.

“Aku jadi guru Zumba sekarang, sudah aku jalani 1 tahun lebih, mengajar seminggu dua kali satu kelas anak, satu kelas dewasa, kadang perusahaan semua daring,” kata Denada.
Selain menghibur dan menyemangatinya, dia melakukan ini untuk bisa tetap bertahan di masa pandemi. Menjadi guru Zumba pun untuk menambah pemasukannya.
“Aku lakukan untuk survive, walau gak bisa jadi bergantung sepenuhnya, jadi penghasilan sampingan,” pungkasnya.