Image Source :
Pasca gugatan cerai Tsania Marwa di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, dikabulkan Majelis Hakim pada 15 Agustus 2017, rupanya bukan akhir dari prahara dengan Atalarik Syah.
Tsania Marwa mengeluhkan beberapa hal yang hingga kini mengganjal di kalbunya. Apa saja keluhan Tsania tersebut? Berikut tim cumicumi.com merangkumnya:
Komunikasi dengan Anak Diblok

“Komunikasi sama anak sudah sama sekali diblok, tidak boleh komunikasi sama sekali, nggak ada, baik itu dari pihak bapaknya anak-anak maupun dari pihak keluarga bapaknya anak-anak, tidak ada komunikasi, tidak dibuka, dan saya tidak diizinkan untuk sekadar mengetahui keadaan anak saya. Jadi kalau tanya keadaan anak saya gimana, tanya saja sama pihak bapaknya yang lebih tahu,” ungkap Tsania, Kamis (12/10).
Berharap Malaikat Melindungi Anak-Anaknya

“Saya sebagai ibu hanya bisa pasrah, saya sudah melewati tahap khawatir, tahap stres mikirin anak, saya sudah lewati semua. Sekarang saya ditahap pasrah, karena saya percaya anak saya masih kecil-kecil ya, 4 tahun sama 2 tahun, Insya Allah malaikatnya masih banyak. Jadi kalau saya sebagai ibunya di dunia ini belum punya kesempatan lagi untuk melindungi mereka, saya percaya ada Allah yang selalu melindungi mereka, saya percaya ada malaikat-malaikat yang selalu melindungi mereka. Dan saya bawa dalam doa, semoga anak-anak saya terhindar dari orang-orang yang berbuat jahat, yang berbuat zolim,” papar Tsania dengan nada penuh harap.
Bercerai Keputusan Sulit

“Sebenernya mungkin yang aku alami ini sebuah kasus perceraian ya, ini memang sebuah tahap dalam hidup seseorang yang pastinya tidak ada yang mau melalui ini semua, jadi sama sekali bukan keputusan mudah untuk saya mengambil keputusan bercerai,” ungkap Tsania.
Proses Perceraian Berliku Bikin Lelah

“Proses perceraian yang saya alami cukup berlika-liku dibanding, mungkin, proses perceraian orang lain. Karena di sini satu hal yang saya fight dari awal adalah bisa dilihat mungkin soal anak juga, terus proses sidang di pengadilan juga nggak sebentar ya, makan waktu sampai lima bulan. Jadi tahapan-tahapan itu, jujur, kadang membuat lelah. Tapi saya percaya, setiap ujian itu pasti membuat hidup kita menjadi manusia yang lebih baik,” terang Tsania.
Atalarik dan Tsania Tidak Dapat Hak Asuh Anak

“Dari awal saya minta hak asuh, saya sempat minta tolong ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), saya mengikuti persidangan dengan memberikan bukti-bukti kalau memang saya adalah ibu yang pantas untuk mendapatkan hak asuh anak. Cuman ternyata ada satu hal yang idak selalu sejalan dengan maunya kita, salah satunya kemarin ada mis di administrasi jadi hak asuh tidak jatuh ke siapa-siapa,” terang Tsania. O ftr