Image Source :
Pedangdut Kristina merasakan pengalaman mengerikan saat liburan di New Zealand. Dalam rangka undangan Dubes RI untuk New Zealand, Kristina yang menjalani upacara bendera tepat di Hari Kemerdekaan, harus menahan diri karena dihantam angin berkecepatan 100 km/jam.

“Anginnya 100 km/jam saat upacara goyang-goyang, ada yang topinya lepas, inspektur upacara harus pegang topinya, bendera Indonesia yang panjang tiba-tiba..., itu anginnya luar biasa, lepas, astaga. Salju nggak, cuman angin. Aku kalau keluar nggak sanggup kalau nggak pakai tutupan di leher,” cerita Kristina saat ditemui di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (29/8).
Meski merasakan pengalaman ngeri, namun Kristina juga alami hal menyenangkan. Saat tampil menyanyi di sebuah kampus, ia mendapat sambutan luar biasa. Ia tak menyangka musik dangdut begitu digemari di sana, bahkan bule-bule kompak bergoyang ketika irama lagu diputar.
BACA JUGA, Gagal Nikahi Kristina, Gus Anom Dekati Cut Meyriska?
Karena sambutan yang baik itu pula, Kristina tak menolak jika diminta menetap di sana. Tapi ada syaratnya, jika ia memperoleh pendapatan Rp 500 juta setiap bulan, karena biaya hidup di New Zealand sangat mahal.

“Kalau digaji Rp 500 juta aku mau deh tinggal di sana, karena barang-barang yang aku lihat lebih mahal ketimbang di Singapura. Tapi aku nawar deh Rp 300 juta,” katanya seraya tertawa.
“Aku lihat masyarakat di sana nggak konsumtif, jadi semua orang sama, nggak yang saing-saingan, pekerjaan juga bagus,” tandasnya. O ran/vin