Image Source :
Tidak ada yang berharap akan divonis mengidap penyakit yang mematikan seperti kanker. Malah setiap orang berdoa agar dijauhi dari penyakit tersebut.
Tapi, ketika divonis menderita kanker kelenjar getah bening stadium 2, lima reaksi Aldi Taher ini bisa jadi mewakili setiap orang.
Seperti apa? Simak hasil rangkuman tim cumicumi.com berikut ini:
Merasa Sedih

Aldi mengaku merasa sangat sedih ketika pertama kali dokter memvonis dirinya menderita kanker kelenjar getah bening stadium dua. Aldi sedih karena penyakit itu tergolong ganas dan bahkan jika tidak cepat diobati bisa merenggut nyawa penderitanya.
Sempat Tidak Percaya

Pasca divonis dokter mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening, Aldi sempat merasa tidak percaya. Tentu Aldi tidak percaya karena merasa selama ini ia selalu berusaha menjaga kesehatan dan hidup sehat.
Sempat Terpuruk dan Stres
Meskipun sempat merasa tidak percaya, toh kenyataan yang sulit diterima itu mau tak mau harus diterima Aldi apa adanya. Hal itulah yang membuat Aldi sempat merasa ling-lung, terpuruk, bahkan dilanda stres. Stres karena kebahagiaannya bersama orang-orang tercintanya, orang tua, istri, dan anak terusik oleh hadirnya penyakit nan ganas tersebut.
Dibayang-Bayangi Kematian

Divonis mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening yang tak luput dari pikiran Aldi adalah kematian. Aldi dihantui oleh bayang-bayang kematian yang kian dekat. Artinya, kebersamaan Aldi dengan orang tua, teman, istri, dan anak tercintanya, akan berakhir. Pikiran itulah yang membuat Aldi makin dirundung sedih.
Semangat Jalani Kemoterapi

Di tengah kesedihannya, Aldi bisa bangkit lagi berkat dukungan orang tua, istri, dan keceriaan putri mungilnya. Sikapnya yang semula kurang bergairah untuk menjalani kemoterapi akhirnya berubah semangat agar bisa sembuh. Keinginan untuk sembuh itulah yang membuat Aldi semangat dan pantang menyerah untuk berobat, meski harus dijalani selama bertahun-tahun. O Ftr