Image Source :
Kompetisi selesai, jadi juara pula.
Danang akhirnya bisa tidur dengan tenang. Meski masih disibukkan dengan kegiatan menyanyi, setidaknya waktu istirahat Danang jauh lebih banyak.
Tak seperti sebelumnya, ketika ia memperebutkan juara di ajang D Academy Asia, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu mengaku jarang tidur. Bayangkan saja, pasca pentas, Danang langsung mencari ide brilian untuk penampilan selanjutnya.

“Jadi setiap pulang konser, yang Danang lakukan adalah pegang headset, ngulik lagu dan pegang buku. Itu yang setiap hari Danang lakukan dan bikin sketch lagu yang akan Danang bawakan,” ujar Danang kepada cumicumi.com di kantor Indigo, Cilandak, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Alhasil, penampilan Danang pasti selalu memukau penonton dengan lagu dangdut bernuansa tak biasa. Maka, lagu dangdut lawas bisa terdengar menjadi musik jazz, punk, soul, rock, maupun RnB sesuai genre musik kesukaan Danang.
“Influence Danang memang tidak hanya di dangdut, Danang banyak mendengarkan berbagai macam genre, dan itu sebenarnya menyanyi itu bukan sebanyak apa kita menyanyi, tapi sebanyak apa kita mendengar,” pungkasnya.
Dan kerja keras Danang itu terbayar dengan hasil yang ia dapat sekarang. Danang terpilih sebagai juara, mengalahkan dua rekannya, Lesti dan Shiha Zikir. O vin/jaz