Image Source :
Wanita berbusana klasik itu sudah berpulang ke pangkuan Ilahi.
Tiada lagi wanita bersanggul klasik dan kebaya itu di panggung Srimulat. Srikandi, Djujuk Djuariah (Jujuk) penjaga terahkir tradisi Srimulat yang didirikan alm. suaminya, Teguh Slamet Rahardjo telah berpulang ke pangkuan Ilahi di Rumah Sakit Dr. Sardjito, Jumat (6/2) akibat kanker usus.
Wanita yang dipersunting Teguh pada 1970 itu telah membaktikan seluruh jiwa dan raganya buat Srimulat. Bagaimana tidak, selain tetap tampil dalam lawakan bersama pemain lainnya, Jujuk pun tetap mendampingi almarhum menjaga eksistensi Srimulat.

Dari tangannya telah lahir berpuluh-puluh pelawak kondang tanah air seperti Jojon, Kadir, Nunung, Polo, Tukul Arwana serta nama-nama besar lainnya. Berhasil mengalirkan semangat dan gaya lawakan Srimulat ke sejumlah pelawak namun wanita yang bercerai dengan suami keduanya pada 2003 silam tak sekalipun mengubah model dan gaya berbusana saat tampil sebagai pelawak. Jujuk tetap setia dengan konde dan kebaya.
Wanita kelahiran Surakarta, 20 Maret 1947 serta punya empat orang anak ini pun hampir selalu tampil sebagai ibu rumah tangga dalam setiap pentasan Srimulat. Kini peran itu sudah tiada, sanggul klasik dan kebaya pun hanya tinggal kenangan.
Dan, kepergian Srikandi di usia 67 tahun itu kembali menambah catatan duka dalam keluarga Srimulat setelah tahun lalu, pelawak Mamiek Prakoso meninggal dunia.
Meninggalnya Jujuk pun membuat kapal Srimulat kehilangan Nakhoda setelah pada 1996 silam ditinggalkan sang pendiri sekaligus suami Jujuk, Teguh Slamet Rahardjo. Selamat jalan wanita berkonde dan kebaya, semoga segala amal baik yang telah ditorehkan sepanjang hidup menghantar mu menuju pangkuan Ilahi. Amin. O ron/berbagai sumber